hut

BPBD Lumajang Siaga Antisipasi Karhutla

LUMAJANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyiagakan sukarelawan desa tangguh bencana (Destana) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di wilayah setempat.

“Kami juga meminta kepada semua relawan Destana untuk tetap menjalin komunikasi secara intens, dan melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing, bila muncul titik api yang berpotensi terjadinya kebakaran,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, M. Wawan Hadi Siswoyo, di Lumajang, Minggu (11/8/2019).

Ia mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau akan terjadi hingga September 2019, sehingga masyarakat Lumajang diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, karena pastinya nanti akan berdampak pada rusaknya ekosistem dan musnahnya flora fauna yang hidup di hutan, serta mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

Di Kabupaten Lumajang, lanjut dia, ada sejumlah titik kebakaran hutan yang tersebar di lima Kecamatan, yakni Candipuro, Pronojiwo, Pasirian, Senduro dan Pasrujambe.

“Selain itu, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah salah satu titik rawan terjadinya karhutla untuk setiap tahunnya di Kabupaten Lumajang,” katanya.

Wawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhutani dan TNBTS untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di daerah yang rawan kebakaran tersebut, sehingga bisa cepat dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Selain berkoordinasi, kami juga melakukan pemantauan bencana melalui satelit. Hingga saat ini, kami belum menerima laporan terkait kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut dia, jika ada informasi sekecil apa pun akan ditindaklanjuti dan di posko kekeringan BPBD akan disiapkan untuk bergantian piket dalam kesiapsiagaan bencana yang akan terjadi.

“Kami juga akan menyiapkan masker sekitar 3.000 lembar masker, bila terjadi kebakaran dan asapnya mengganggu masyarakat,” katanya, menjelaskan.

Wawan mengatakan, BPBD Kabupaten Lumajang akan mengajukan bantuan masker kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Jika persediaan masker di BPBD Kabupaten Lumajang tidak mencukupi, maka bisa dibantu untuk memenuhi kekurangannya tersebut. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!