hut

Buah Nanas, Resep Rahasia Pengempuk Daging

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Suasana keakraban terlihat di Masjid Mambaul Huda, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, saat Iduladha 1440 H/2019. Hidangan daging kurban berupa sapi, kambing yang diolah menjadi sop, sate, dan gulai disantap dalam kebersamaan. Daging dengan tekstur lembut sebagai sajian kuliner tidak lepas dari penggunaan buah nanas.

Endang, juru masak pengolahan daging kurban, menyebut buah nanas kerap digunakan saat mengolah daging. Resep tradisional tersebut sudah turun temurun diajarkan, agar daging menjadi empuk. Penggunaan nanas untuk melunakkan atau mengempukkan daging cukup mudah. Jenis nanas muda atau sudah matang.

Memasak daging sapi menjadi sop dengan nanas, dilakukan saat proses perebusan. Setelah daging lembut. berbagai jenis bumbu seperti merica, kayu manis, garam, daun bawang, digunakan. Buah nanas bisa dimasukkan dalam olahan daging, sekaligus pencipta sensasi asam dan manis. Proses memasak daging menjadi sop memakai tungku tanah berbahan bakar kayu.

“Memasak daging agar lebih empuk dilakukan dengan menggunakan tungku berbahan kayu, karena api bisa lebih panas, ditambah penggunaan buah nanas daging lebih cepat empuk,” ungkap Endang saat ditemui Cendana News, Minggu (11/8/2019).

Endang, juru masak yang kerap mempergunakan nanas untuk mengempukkan daging, menyiapkan ratusan porsi sop daging sapi untuk panitia hewan kurban di Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan, Minggu (11/8/2019) -Foto: Henk Widi

Endang menyebut, penggunaan nanas dalam dunia kuliner juga memiliki khasiat untuk kesehatan. Sesuai dengan ilmu yang diperoleh saat tata boga, nanas memiliki manfaat untuk gangguan pencernaan, dan antiperadangan.

Berdasarkan penelitian, ia menyebut buah nanas memiliki enzim bromelin yang ampuh untuk mengempukkan daging. Sebanyak tiga buah nanas bisa dimanfaatkan untuk memasak puluhan kilogram daging.

Buah nanas yang digunakan untuk memasak daging mudah diperoleh di kebun miliknya. Pengaplikasian buah nanas kerap digunakan pada daging, dengan proses perendaman dengan sari buah nanas yang diparut. Namun untuk mempercepat proses pengempukan daging, buah nanas kupas dipotong kecil-kecil. Pemotongan buah nanas tersebut menyesuaikan jumlah daging yang dimasak.

“Makin banyak daging yang dimasak, penggunaan buah nanas tentunya akan lebih banyak dan lebih praktis dipotong ukuran kecil,” ungkap Endang.

Terbukti efektif mengempukkan daging, nanas banyak digunakan dalam pembuatan sop konro. Sop konro yang kerap dibuat oleh warga keturunan Bugis di wilayah Bandar Agung, sebut Endang, lebih lembut menggunakan nanas.

Saat disajikan, bagi yang tidak menyukai, buah nanas bisa disisihkan. Namun dalam pengolahan daging saat Iduladha, banyak warga yang menyukai daging yang diolah dengan sajian potongan nanas.

Marniati, generasi kedua warga keturunan Bugis yang tinggal di Bandar Agung, mengaku nanas kerap digunakan. Proses mengempukkan daging dalam pembuatan kuliner sop konro, coto Makassar dan kuliner lain kerap menggunakan nanas. Tradisi memasak bersama lintas generasi sangat tepat dilakukan bagi anak-anak, terutama kaum wanita. Penggunaan nanas membuat daging empuk saat digigit dalam sajian sop.

“Kegiatan memotong daging dilakukan kaum laki-laki, selanjutnya kaum wanita menyiapkan bumbu dan mengolah daging,” kata Marniati.

Saat mengolah daging tersebut, sejumlah remaja wanita yang merupakan generasi muda diberi resep berbagai kuliner. Proses mengempukkan daging dengan nanas serta penggunaan berbagai jenis bumbu juga disampaikan.

Harapannya, saat remaja wanita tersebut menikah, maka bisa menggunakan sejumlah resep untuk berbagai jenis kuliner tradisional. Momen hari raya Iduladha diakuinya menjadi kegiatan perekat kebersamaan lintas generasi dengan memasak dan makan bersama.

Santi, salah satu remaja wanita anggota muda-mudi Bunut, Bandar Agungm juga menyebut Iduladha memiliki makna penting. Sebab, setiap hari raya kurban tersebut, puluhan remaja menabung selama setahun. Hasil tabungan dipergunakan untuk membeli hewan kurban jenis kambing. Saat hari raya kurban, selain ikut berkurban, remaja wanita bisa ikut memasak dan mengolah kuliner.

“Kami bisa membantu orang tua sekaligus mewariskan tradisi kuliner yang cukup beragam,” beber Santi.

Salah satu ilmu dalam bidang kuliner, diakuinya dalam penggunaan bumbu. Sebab, menurut Santi, berbagai resep kuliner harus diingat sekaligus dipraktikkan langsung. Penggunaan nanas untuk mengempukkan daging bahkan telah dicoba. Sebab, perbedaan memasak tanpa nanas, ia masih merasakan daging alot. Sebaliknya, dengan nanas daging lebih empuk.

Lihat juga...