hut

Buku Cergam Diminati Anak-anak di Lamtim

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pegiat literasi pustaka bergerak di Lampung Timur (Lamtim), Mufrodi, menyebut antusiasme anak sekolah membaca buku cukup tinggi.

Salah satu buku yang paling diminati oleh anak-anak sekolah diantaranya buku cerita bergambar (cergam). Berbagai buku dengan tema menarik disebutnya menjadi pilihan saat ia berkeliling membawa buku.

Sebagai pegiat literasi sekaligus pedagang es krim, Mufrodi menyebut ia memiliki koleksi buku cergam terbatas. Salah satu alasan ia membawa buku cergam karena umumnya lebih tipis dibandingkan buku bacaan lain.

Buku tersebut sebagian dibeli dari hasil keuntungan berjualan es krim. Pilihan membeli buku cergam disebutnya karena lebih murah.

Buku cergam disebutnya dibeli dengan harga Rp7.000 hingga Rp10.000 sebagian diperoleh dari donatur. Antusiasme anak-anak sekolah membaca atau sekedar melihat gambar terjadi saat ia berkeliling.

Salah satu kegiatan dalam rangkaian HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, ia menggelar buku di pantai Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai.

Mufrodi, pegiat literasi es krim pustaka menggelar buku bacaan di pantai Muara Gading Mas, Kamis (22/8/2019) Foto: Istimewa

“Setiap saya berkeliling buku paling dicari jenis cerita bergambar sehingga sekarang setiap saya keliling hanya membawa buku tersebut. Rata-rata hingga seratus buku karena ringan dibawa,” ungkap Mufrodi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (22/8/2019).

Buku cergam diminati oleh anak-anak karena memiliki warna menarik dan mudah dipahami. Saat membuka buku, anak-anak disebutnya akan tertarik melihat sampul.

Meski buku bacaan cergam diakuinya tidak dipinjamkan saat ia berkeliling, dalam waktu tidak kurang dari setengah jam buku bisa dibaca. Sebaliknya koleksi buku bacaan yang tebal tersedia pada rumahnya untuk dipinjam sewaktu-waktu.

Awalnya Mufrodi yang akrab disapa Mbah Buyut mengungkapkan masih membawa buku bacaan berukuran tebal. Namun minat anak-anak membaca buku yang cepat dibaca dan mudah dipahami membuat ia beralih membawa buku cergam.

Sasaran untuk menumbuhkan minat baca bagi anak-anak usia dini disebutnya menjadi misi baginya sebagai pegiat literasi Pustaka Bergerak.

“Mobilitas yang tinggi membuat saya juga harus membawa buku yang ringan, tetapi ada buku bacaan lain bagi para orangtua yang mendampingi anak-anak,” papar Mufrodi.

Saat menggelar buku untuk dibaca, Mufrodi menyebut dikira penjual buku. Sebab sebagai pegiat literasi Pustaka Bergerak sembari berjualan es krim, ia diidentikkan dengan berjualan buku.

Pada saat ke sekolah ia bahkan pernah ditegur karena dikira berjualan buku di lingkungan sekolah tanpa izin. Namun dengan adanya buku cergam yang digelar, sebagian mulai memahami tujuannya membawa buku.

Meski buku cergam paling diminati oleh anak-anak, Mufrodi juga tetap membawa buku bacaan lain. Buku bacaan yang kerap diminati oleh orang tua siswa yang mengantar anak ke sekolah berupa buku resep masakan.

Selain itu jenis buku cara memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam kerap diminati. Atas pesanan sejumlah orangtua siswa, ia juga membawa buku yang akan dipinjam.

“Sebagian ibu rumah tangga yang meminjam akan mengembalikan setelah dua hari, lalu ganti dengan buku lain,” tutur Mufrodi.

Salimah, salah satu orangtua siswa di SDN 2 Muara Gading Mas, menyebut buku cergam membuat siswa mudah tertarik. Apalagi selama ini anak-anak juga lebih tertarik dengan gawai yang memiliki aplikasi permainan.

Dibanding membaca buku, anak-anak memilih gawai untuk hiburan. Padahal dengan buku anak-anak juga bisa mendapatkan hiburan.

“Sembari menunggu anak di sekolah, saya memilih untuk membaca buku yang dibawa oleh Mbah Buyut sebagian dipinjam untuk dibaca di rumah,” timpal Salimah.

Salimah menyebut perlu adanya kreativitas dari orangtua agar anak-anak mau membaca buku. Untungnya keprihatinan anak yang enggan membaca buku ditangkap oleh Mufrodi yang dikenal berkeliling membawa buku dengan motor es krim pustaka.

Buku cergam yang memiliki warna menarik mendorong minat siswa. Sebab sejumlah cerita dongeng, sejarah, cerita kepahlawanan bisa dibaca dalam buku cergam tersebut.

Salimah juga menyebut sangat terbantu dengan adanya es krim pustaka yang berkeliling ke sekolah. Selain di sekolah ia kerap bertemu dengan Mufrodi di sejumlah objek wisata.

Objek wisata yang dikunjungi diantaranya pantai Muara Gading Mas, Taman Nasional Way Kambas dan sejumlah tempat wisata lain.

Selain itu saat berkeliling di perkampungan warga, Salimah bisa meminjam buku bacaan untuk dikembalikan beberapa hari sesudahnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com