hut

Cara Tepat Penanganan Pertama Atasi Kejang

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ketidakpahaman masyarakat terhadap penanganan pertama pada kejang seringkali berbuntut pada terancamnya jiwa penderita epilepsi saat terjadi kejang.

dr. Irca Ahyar, Sp.S, CFIDN menjelaskan ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat ada orang  mengalami kejang di sekitar kita.

“Yang pertama jangan panik. Jika memungkinkan langsung singkirkan benda-benda yang mungkin bisa melukai atau membahayakan orang yang kejang,” kata dr. Irca saat memberikan petunjuk penanganan pertama pada kejang di talkshow Spekix yang berlangsung di JCC, Minggu (25/8/2019).

Jika orang yang kejang tersebut membawa tas, upayakan untuk melepaskan tas tersebut dari badannya.

“Kalau melepaskannya tidak memungkinkan karena tangannya kaku, sebaiknya keluarkan saja isi tasnya. Terutama jika ada benda tajam,” ujarnya.

Langkah selanjutnya adalah memiringkan badan orang yang kejang dan menyangga kepalanya untuk memastikan jalan nafas dari penderita kejang tidak terlambat.

“Jangan letakkan apapun dimulutnya. Tidak tangan, tidak sendok, kain maupun bantal. Ini akan menghalangi aliran nafas. Termasuk jangan berkerumun mengelilingi penderita kejang,” ucapnya lagi.

Orang kejang juga tidak boleh diberikan minuman maupun obat melalui mulut. Karena akan berpotensi tersedak.

“Ini juga alasan mengapa orang kejang harus dimiringkan, karena akan mengeluarkan air liur dari mulutnya. Kalau dibiarkan, air liur itu akan menyebabkan tersedak,” paparnya lagi.

Rumor yang menyatakan bahwa meletakkan sesuatu di mulut orang kejang untuk menghindari tergigitnya lidah, menurut Irca tidak benar.

“Biarkan saja. Karena gejala lidah tergigit akan menjadi stimulus untuk mendorong lidah tidak menghalangi jalur nafas,” ujarnya lebih lanjut.

Pada kasus orang kejang yang disertai orangtua atau keluarga, pilihan memberikan obat bisa dilakukan melalui lubang anus.

“Pemberian obat Diazepam melalui anus hanya boleh dilakukan oleh orangtua atau tenaga medis. Jika hanya teman atau sesama penyandang kejang sebaiknya tidak perlu melakukan hal tersebut,” kata Irca.

Ia menambahkan pemberian obat anti kejang dapat dilakukan beberapa kali dalam kejadian berulang. Karena obat anti kejang tidak akan mempengaruhi organ apa pun.

“Kalau terjadi kejang karena demam, kompres anak dengan air hangat. Setelah hilang kejangnya dan sadar, baru diberi obat penurun demam,” tandasnya.

Jika semua langkah sudah dilakukan, pihak penolong hanya perlu menunggu penyandang kejang untuk kembali sadar.

“Kalau mau menolong ke tahap selanjutnya, perhatikan semua gejala yang terjadi. Jika sudah pulih dari kejang, ceritakan gejala tersebut. Hal ini akan mendorong penyandang kejang untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari tenaga medis,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!