hut

Cegah Karhutla, Polsek Penengahan Gencar Lakukan Sosialisasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kepolisian Sektor (Polsek) Penengahan, gencar melakukan sosialisasi cegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau.

Sosialisasi terus dilakukan oleh Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas), Aipda Nurkholis dengan rutin mendatangi sejumlah masyarakat terutama petani. Ia bahkan terjun langsung mendatangi petani saat proses menggarap lahan.

Aipda Nurkholis menyebut sejumlah wilayah diantaranya kawasan Register I Way Pisang yang berada di perlintasan jalan alternatif Kecamatan Penengahan ke Ketapang rawan karhulta. Kebakaran lahan juga terjadi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Upaya sosialisasi diantaranya dilakukan kepada sejumlah aparat desa, petani berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar meminimalisir pembakaran lahan.

Langkah mendatangi sejumlah petani di Kecamatan Penengahan, Bakauheni Ketapang dilakukan sembari menggelar patroli rutin. Pencegahan pembakaran lahan disebut saat kemarau diakui Aipda Nurkholis selain berpotensi merembet ke lahan pertanian produktif juga bisa merembet ke permukiman.

Kepada sejumlah petani penanam jagung ia juga memastikan larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Sosialisasi pencegahan Karhutla rutin dilakukan setiap musim kemarau melalui imbauan persuasif lisan serta tulisan, sebab dampak kebakaran bisa menyebabkan kerugian material dan mengganggu kesehatan,” ungkap Aipda Nurkholis saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (8/8/2019).

Aipda Nurkholis memastikan Polsek Penengahan sudah melakukan pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik. Polres Lamsel dan jajaran disebutnya telah melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla di sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi karhutla.

Larangan tersebut diantaranya spanduk bertuliskan larangan membuka dan memanen lahan pertanian dan perkebunan dengan membakar.

Larangan tersebut diakui Aipda Nurkholis mengacu kepada pasal 26 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan. Pada pasal 26 tersebut dijelaskan setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian potensi kebakaran hutan dan lahan diantaranya melalui spanduk berada di Desa Sripendowo wilayah Register 1 Way Pisang, Desa Bangunrejo Register 2 Pematang Taman, areal Gunung Rajabasa di Desa Way Kalam dan Desa Padan.

Sebab sebagian wilayah tersebut merupakan kawasan permukiman warga, lahan pertanian yang berbatasan langsung dengan hutan register.

“Pemetaan wilayah yang potensial terjadi Karhutla telah kami lakukan agar memudahkan sosialisasi dan penanganan saat terjadi Karhutla,” bebernya.

Sosialisasi ke masyarakat disebutnya berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok. Patroli bersama dengan beberapa unsur bahkan telah dilakukan di sejumlah titik yang dekat dengan kawasan hutan.

Penyiapan sejumlah masyarakat yang menjadi bagian Sistem Keamanan Lingkungan (Poskamling) juga dimaksimalkan sebagai bagian sistem keamanan dan keselamatan.

Faktor cuaca kemarau disebut Aipda Nurkholis menjadi perhatian untuk keamanan dan keselamatan. Sebab pada sejumlah lokasi akibat kebakaran bisa menimbulkan kerugian material.

Selain mencegah Karhutla selama musim kemarau ia memastikan telah melakukan sosialisasi agar memperhatikan kondisi listrik dan kompor gas di setiap rumah. Saat akan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong listrik, kompor gas harus dalam kondisi mati.

“Sosialisasi tentunya selain pencegahan Karhutla juga sosialisasi tentang listrik dan kompor gas agar dalam kondisi mati saat ditinggalkan mencegah kebakaran,” ungkap Aipda Nurkholis.

Aipda Nurkholis bahkan menyebut Poskamling atau gardu kerap bisa menjadi lokasi sosialisasi. Sebab lokasi tersebut kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah petani dan pekebun.

Selain menghindari sistem tebas bakar dalam membersihkan limbah pertanian, sejumlah petani juga diimbau menyiapkan stok air untuk proses pemadaman darurat.

Joko, warga Desa Hatta memadamkan api akibat puntung rokok agar tidak merembet ke lahan perkebunan, Kamis (8/8/2019) – Foto: Henk Widi

Joko, warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, menyebut kebakaran lahan bisa terjadi akibat puntung rokok. Upaya pemadaman disebutnya dilakukan dengan menggunakan kayu.

Sebab lokasi kebakaran jauh dari sumber air. Kebakaran lahan yang merupakan semak-semak ilalang pada lokasi tepi Jalan Lintas Sumatera mudah terbakar.

Selain mengakibatkan asap pekat, kebakaran semak-semak juga mengakibatkan api merembet ke kebun milik warga dan menghanguskan pisang dan tanaman sengon.

Potensi kebakaran yang ada disebut Joko juga membuat ia pernah mendapat sosialisasi dari Polsek Penengahan, Polres Lamsel. Sebagai upaya mencegah kebakaran lahan meluas, ia rutin membersihkan area sekitar semak semak.

Lihat juga...