hut

Cegah Radikalisme, Universitas Mataram Bina Mahasiswa Baru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Sebagai upaya melakukan langkah preventif mencegah mahasiswa terpapar paham radikalisme masuk kampus, Universitas Mataram (Unram) melakukan pembinaan kepada mahasiswa sejak menjadi mahasiswa baru, melalui kegiatan kajian keislaman ceramah keagamaan.

“Bagi mahasiswa baru, selain mendapatkan pengenalan akademik berupa tata cara kegiatan perkuliahan, mahasiswa juga mendapatkan pembinaan berupa pemantapan spiritualitas keagamaan,” kata Rektor Universitas Mataram, Prof. H. Lalu Husni, di Mataram, Jumat (16/8/2019).

Rektor Universitas Mataram, Prof. H. Lalu Husni menjelaskan mengenai pentingnya pencegahan paham radikal di kalangan mahasiswa, Jumat (16/8/2019) – Foto: Turmuzi

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut, kegiatan pembinaan kegiatan keagamaan juga dilakukan untuk mengimbangi kegiatan akademik mahasiswa.

Salah satu tujuan pendidikan, selain menguasai ilmu pengetahuan, juga agar mahasiswa berbudi pekerti dan berakhlak mulia. Itulah kenapa pembinaan sejak awal penting dilakukan.

“Kajian keagamaan dilakukan juga untuk lebih mengenalkan kepada mahasiswa baru, bagaimana Islam yang sesungguhnya yang merupakan agama  toleran, menghargai keberagaman, perdamaian dan nilai kemanusiaan,” katanya.

Unram tentu ingin, mahasiswa baru yang masuk kampus, sudah memiliki pemahaman yang sama, apa itu paham radikalisme. Karena itulah kegiatan semacam ini perlu dilakukan sejak dini bagi mahasiswa, semenjak pertama kali menginjakkan kaki di kampus, supaya mahasiswa jangan memiliki pemahaman yang tidak sejalan dengan kedamaian.

“Jangan sampai mahasiswa yang masuk Unram membawa pemahaman dari luar sewaktu di SMA, yang bertentangan dengan Islam yang rahmatan lillalamin,” katanya.

Sementara itu, Tuan Guru Haji (TGH), M. Taesir Al-Azhar, mengatakan, Islam merupakan agama yang mengajarkan kedamaian, toleran menghargai keberagaman dan kemanusiaan. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan.

Dikatakan, tujuan Allah menciptakan perbedaan dan keragaman agar manusia satu dengan yang lain bisa saling mengenal, menjadi manusia global. Manusia hidup di era modern di tengah bermacam-macam perbedaan, sehingga dituntut bersikap toleran terhadap perbedaan.

“Seperti pelangi, dia menjadi indah, karena terdapat banyak warna-warni yang berbeda, sehingga terciptalah keindahan dan harmoni,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com