Cemari Sungai, Saluran Air Limbah Dua Perusahaan di Bogor Ditutup DLH

Editor: Mahadeva

BOGOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menutup secara permanen saluran pembuangan air limbah industri dua perusahaan di daerahnya.

Kedua perusahaan tersebut diketahui menjadi pencemar Kali Cileungsi. Aktivitas pembuangan limbah dilakukan langsung ke sungai. Tindakan tegas penutupan saluran air limbah tersebut, dilakukan terhadap PT Multi Guna Plastik (MGP) yang berada di Desa Kembangkuning, Kecamatan Klapa Nunggal. Perusahaan tersebut bergerak di pengolahan plastik.

Kemudian saluran air limbah milik PT Hengtraco Teknik Indonesia (HTI), yang ada di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri. Perusahaan tersebut aktivitasnya adalah, usaha suku cadang logam. “Sebelumnya pada 1 Oktober 2018, kedua perusahaan tersebut sudah disegel DLH Kabupaten Bogor, tapi hal itu tidak berdampak positif. Kali ini, saluran pembuangan limbahnya ditutup secara permanan,”ungkap Anwar Anggana, Sekretaris  DLH Kabupaten Bogor, saat memimpin Inspeksi Mendadak (sidak), Kamis (29/8/2019).

Anwar Anggana, Sekretaris  DLH Kabupaten Bogor menunjukan surat segel bukti penindakan saat memimpin inspeksi mendadak (sidak), Kamis (29/8/2019) – Foto M Amin

Menurutnya, kedua perusahaan tersebut sampai sekarang belum memenuhi kewajibannya, sesuai rekomendasi yang telah diberikan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Untuk selanjutnya, kedua perusahaan itu akan diproses sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. “Tindakan ini akan diikuti penindakan terhadap beberapa kegiatan industri lain sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Saat ini DLH sudah diperkuat Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH),” ujar Anwar.

PPLH Kabupaten Bogor yang baru terbentuk akan meneruskan proses sidak. Inspeksi akan dilakukan di beberapa lokasi, penyebab pencemaran Sungai Cielungsi-Cikeas. Penanganan limbah tersebut rencananya, akan dilakukan dengan membentuk tim gabungan tang melibatkan berbagai elemen.

“Tim gabungan tersebut akan memperhatikan lingkungan. Karena diketahui sesuai data, ada 54 perusahaan penyebab pencemaran di Sungai Cileungsi, angka tersebut bisa lebih jika dilakukan penyidikan,” tegasnya.

Puarman, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), yang ikut hadir dalam sidak mengapresiasi sikap tegas DLH Kabupaten Bogor. Penutupan saluran air milik ke-dua perusahaan tersebut, merupakan aksi pertama setelah dibentuknya PPLH Kabupaten Bogor. “Kami dukung tindakan tegas DLH, harapannya bisa memberi dampak kepada pelaku usaha lain yang menyebabkan Sungai Cileungsi tercemar,” pungkasnya.

Lihat juga...