hut

Cianjur Tetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

Ilustrasi sawah kekeringan - Dok CDN

CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menetapkan status siaga bencana kekeringan. Dengan demikian, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkewajiban untuk menindaklanjuti setiap laporan dari daerah yang terdampak kekeringan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, terkait usulan penetapan status bencana kekeringan sudah ditandatanganinya.

“Kami sudah instruksikan ke masing-masing OPD terkait untuk menindaklanjuti setiap laporan kekeringan lahan, kekurangan air bersih, dan dampak lain dari musim kemarau dengan melakukan penanganan, meskipun belum berstatus siaga,” kata Dia, Jumat (9/8/2019).

Kepala BPBD Cianjur, Dodi Permadi, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan penetapan status kebencanaan kekeringan sejak Juli. Dan surat jawabannya baru keluar di awal Agustus ini. “Status siaga kebencanaan tersebut langsung kami tetapkan per-1 Agustus, setelah usulan ke pemkab ditandatangani,” kata Dia.

Penetapan status siaga tersebut harus segera dilakukan, karena wilayah yang terdampak kekeringan sudah lebih dari setengah dari total kecamatan di Kabupaten Cianjur. Tercatat di Juli lalu wilayah yang terdampak kekeringan masih 14 kecamatan.

Namun saat ini, dari laporan yang masuk sudah ada 18 kecamatan yang terdampak kekeringan. Dengan keluarnya status tersebut, tidak hanya lagi berbicara masalah pendataan dan pencegahan, akan tetapi sudah harus ke tingkat penanganan.

“Ini harus dirumuskan dan dijalankan OPD terkait, mulai masalah pertanian hingga kebutuhan air bersih untuk kebutuhan masyarakat. Hasil rapat kordinasi harus mulai dijalankan, mulai dari penanganan jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...