hut

Cuaca Mendukung, Petani di Bekasi Utara Tanam Kemangi

Editor: Mahadeva

BEKASI – Budi daya kemangi tergolong mudah dan tidak membutuhkan biaya besar. Namun, satu hal yang harus diperhatikan adalah alam.

Kemangi tidak bisa tumbuh bagus, jika cuaca tidak menentu. Memanfaatkan lahan milik Naga Swalayan, yang berlokasi di tengah pemukiman elit di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Nia (34), dan suaminya membudidayakan tanaman kemangi dan kenikir.

“Sekarang cuacanya stabil, nggak hujan terus. Jadi bagus untuk tanam kemangi, karena kalau cuaca tidak menentu, kemangi hasilnya jelek,” ungkap Nia kepada Cendana News, Senin (5/8/2018).

Menurutnya, saat ini harga kemangi di Pasar Babelan, Bekasi lumayan mahal. Satu ikat kemangi dijual Rp30 ribu. Budi daya kemangi, sangat mudah dilakukan. Bibit bisa ditebar begitu saja di atas lahan yang telah dicangkul. Satu cangkir benih, bisa untuk lahan seluas 10 meter x 15 meter.

Agar hasil maksimal, lubang yang sudah disiapkan diberi pupuk terlebih dahulu. Setelah itu, baru lubang ditaburi benih. Untuk bagusnya diberikan pupuk kandang. Kemangi bisa tiga kali panen dalam sekali tanam, asalkan perawatannya maksimal.

Daun kemangi sudah bisa dipanen pada usia 25 hari sejak ditanam. Setelah itu tanaman bisa dipanen sekali lagi daunnya. Kemangi apabila sudah berusia diatas dua bulan, tidak bagus lagi untuk dipanen daunnya, karena telah tua dan keras.

Perawatan kemangi, hanya harus membersihkan rumput liar. Untuk harga bibit mencapai Rp100 ribu per-botol. Selain menanam Kemangi, Nia dan suaminya menanam Kenikir. Daun Kenikir dijual seharga Rp10 ribu. Tanaman tersebut juga cocok di musim panas seperti sekarang.

“Harga kenikir masih bagus juga sekarang. Tapi sekali tanam langsung, habis. Permintaan kenikir, juga lumayan bagus di pasar Babelan. Pasar Babelan adalah pusat sayuran di Bekasi,” pungkas Nia.

Lihat juga...