hut

Disbud Sumbar Gelar Semiloka Tari Rantak

Editor: Koko Triarko

PADANG – Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat menggelar Semiloka Transformasi Silek dalam Karya Seni, dengan studi kasus terhadap karya seni Gusmiati Suid, yakni Tari Rantak. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari iven Silek Art Festival (SAF) 2019.

Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat, Ilfitra, mengatakan, semiloka yang diselenggarakan itu menghadirkan pemateri dari beberapa murid Gusmiati Suid, yang merupakan pencipta lahirnya Tari Rantak yang hingga kini masih terkenal di Sumatra Barat, dan menjadi salah satu karya seni yang membanggakan bagi masyarakat Minangkabau.

Ia menjelaskan, salah satu alasan Tari Rantak disemilokakan, karena tarian itu merupakan tari yang berasal dari gerakan silat. Sesuai dengan pembahasannya, transformasi silek (silat) dalam karya seni. Artinya, silek tidak hanya menjadi sebuah seni bela diri, tapi juga bisa menjadi karya seni tari.

Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat, Ilfitra, ditemui usai acara Semiloka Transformasi Silek dalam Karya Seni di Gedung Kebudayaan Sumatra Barat, Kamis (22/8/2019)/ Foto: M. Noli Hendra

“Dengan adanya semiloka ini, kita ingin mengembalikan nilai-nilai filosifi dari Tari Rantak ini. Walaupun dalam perkembangannya, ada Tari Rantak yang lahir dari hasil kreasi dari sanggar ataupun seniman lainnya, tapi perlu untuk diketahui seperti apa aslinya gerakan dari Tari Rantak itu. Dengan hadirnya para murid Gusmiati Suid, kita bisa tahu seperti apa Tari Rantak tersebut,” katanya, Kamis (22/08/2019).

Ilfitra mengatakan, bahwa sebenarnya masih banyak lagi karya seni yang dimiliki oleh Sumatra Barat, yang bisa dibahas dalam semiloka tersebut. Namun setelah ditinjau kembali, pelaku sejarah dari Tari Rantak ini sampai sekarang masih bisa dijumpainya, yakni para murid Gusmiati Suid yang pernah ikut memerankan tari dimaksud.

Menurutnya, dengan adanya pelaku sejarah itu, maka dalam sebuah semiloka akan mendapaktan informasi, mulai dari awal berdirinya, cara berlatih, dan apa saja persiapan untuk menjadi penari dari Tari Rantak, dan banyak hal lainnya.

“Dari kegiatan ini, tentunya kita berharap dapat memberikan tranfer ilmu pengetahuan, sehingga ke depan koreografernya atau  pihak sanggar dan seniman yang selama ini melatih Tari Rantak kepada generasi sekarang ini, mempunyai standar dan tidak lari dari esensi Tarik Rantak,” ujarnya.

Dinas Kebudayaan Sumatra Barat berharap, agar seniman yang memiliki sanggar, bisa menjadi acuan dalam mendidik anak-anak dalam menari. Apalagi, untuk memerankan Tari Rantak dasarnya ialah gerakan silek, bukanlah tari yang gemulai. Sehingga kepada peserta yang datang dari perwakilan kabupaten dan kota, dapat menimba ilmu pengetahu dari kegiatan tersebut.

“Ke depan, kami ingin melihat, bahwa tari rantak yang ditampilkan sesudah semiloka ini, benar-benar tari rantak aslinya, bukan tari rantak yang kreasi,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Festival SAF 2019, Ediwar, mengatakan, Tari Rantak tidak lepas dari sebuah gerakan silek. Maka dalam iven Silek Art Festival ini karya seni yang disemilokakan ialah Tari Rantak. Dari sebuah gerakan silek menjadi karya seni tari, dan kini bisa dikatakan seni tari yang telah tampil tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga telah tampil di tingkat internasional.

“Pencipta tari rantak ini adalah tokoh dengan karakter yang tegas. Jadi, gerakan dalam tari rantak itu tegas seperti sedang melakukan sebuah gerakan langkah laga dalam silek. Artinya, tari rantak itu bukan tari gemulai seperti tari-tari pada umumnya,” tegasnya.

Meskipun Tari Rantak tidak hanya dimainkan oleh pria, dan juga ada yang dimainkan oleh wanita, maka gerakan dari wanita yang ikut tari rantak harustegas, dan tidak boleh gemulai.

Untuk itu, Tari Rantak berawal dari sebuah gerakan silek. Bahkan ada yang menyebutkan, untuk menjadi penari Rantak, harus pandai bermain silat.

“Rantak adalah tarian orang Minangkabau atau Sumatra Barat, dan kita harus memperkenalkan esensi ataupun gerakan asli dari tari rantak itu kepada semua orang, supaya tahu bahwa tarik rantak bukanlah tarik yang biasa, tapi sebuah tari yang luar biasa dan gerakan yang khas dan beda dari yang lainnya. Tapi ingat, tari rantak bukanlah tari seperti seni bermain randai, yang juga berawal dari gerakan silat,” ungkapnya.

Lihat juga...