hut

DKI Diminta Beri Insentif Kendaraan Elektrik

Ilsutrasi bus listrik - DOK CDN

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta di dorong untuk memberikan insentif bagi keberadaan kendaraan elektrik. Hal itu dinilai sudah saatnya dimulai.

“Kita mendorong, terutama Gubernur DKI Jakarta, yang APBD-nya gede, bisa memberi insentif. Saya kira bisa dimulai,” kata Presiden Joko Widodo, usai acara peresmian gedung baru ASEAN di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Pemberian insentif untuk kendaraan elektrik, bisa dari beragam bentuk. Seperti retribusi parkir gratis, hingga subsidi pembelian kendaraan listrik. “Ada negara-negara yang memberi subsidi sekian dolar untuk membeli mobil listrik. Dan (bisa) dimulai seperti di Jakarta, busnya, mendorong taksi-taksinya. Bisa saja motor listrik didorong digunakan di DKI Jakarta dulu,” tambah Jokowi.

Presiden mengatakan, target industri kendaraan elektrik di Tanah Air adalah untuk menekan harga produk kendaraan elektrik. Presiden Jokowi mengungkapkan, Dirinya telah menandatangani Peraturan Presiden tentang mobil berbasis elektrik pada Senin (5/8/2019) lalu.

Tujuan Perpres tersebut, untuk mendorong perusahan-perusahaan otomotif mempersiapkan industri mobil listrik di Tanah Air. Dalam Perpres itu juga diatur mengenai penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 35 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mendampingi Presiden dalam acara itu menimpali, pemprov juga berencana membebaskan pengoperasian kendaraan listrik dari peraturan ganjil genap. (Ant)

Lihat juga...