hut

DLH Apresiasi Warga Jakarta Gunakan Besek

JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengapresiasi antusiasme warga Jakarta mengikuti seruan Gubernur DKI, Anies Baswedan, untuk menggunakan wadah ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban. 

“Kami apresiasi semangat warga Jakarta. Ternyata imbauan gubernur disambut sangat antusias, bahkan ada komunitas yang secara khusus menggalang gerakan untuk menyumbang besek bambu ke masjid-masjid,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2019).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2019, tentang Pemotongan Hewan Kurban Dalam Rangka Hari Raya Iduladha 1440 H/2019 pada 25 Juli 2019.

Dalam seruan itu, diimbau warga Jakarta tidak menggunakan kantong plastik hitam atau kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban, melainkan menggunakan alternatif pembungkus daging ramah lingkungan.

Andono mengungkapkan, sebagai salah satu strategi sosialisasi seruan kurban ramah lingkungan ini, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengadakan Eco Qurban Challenge. Tantangan ini ditujukan kepada para panitia kurban se-Jakarta. Panitia kurban cukup mendokumentasikan dan mengunggah foto saat mempersiapkan dan mendistribusikan daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan melalui media sosial Instagram.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2019). –Foto: Lina Fitria

Kata Andono, pemenang tantangan ini dapat hadiah berupa satu ekor kambing kurban dan akan langsung diantar ke lokasi pada hari Senin 12 Agustus, besok. Hadiah tersebut berupa seekor kambing.

“Hadiahnya satu ekor kambing. Besok pagi langsung kami antar ke pemenang, sehingga panitia masih ada waktu dua hari untuk dipotong dan masih tergolong sebagai ibadah kurban,” katanya.

Dia berharap, gerakan ini dapat berlanjut dalam pelaksanaan kurban tahun-tahun berikutnya, selain ramah lingkungan penggunaan berbagai wadah, seperti besek bambu dapat menggerakan ekonomi rakyat kecil yang menjadi perajin di daerah.

“Kami berharap tahun depan menjadi lebih masif lagi penggunaan wadah ramah ini. Kita mulai budaya baru, kurban berkah lingkungan terjaga,” tuturnya.

Salah satu lembaga yang mengikuti tantangan ini adalah lembaga filantropi anak muda, Yayasan Tunas Muda Care. Yayasan ini mengkoodinir pemotongan hewan kurban di beberapa lokasi di Ibu kota dan menggunakan ribuan besek bambu untuk wadahnya.

Direktur Tunas Muda Care, Hendra, mengatakan, gerakan Eco Qurban yang digalang Dinas Lingkungan Hidup perlu diapresiasi, karena memberikan makna lebih pada kegiatan kurban.

“Selain bernilai ibadah dan  peduli sesama, Eco Qurban mengajak kami untuk peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik yang sulit terurai secara alami,” ujar Hendra.

Ada pun, yang sudah menggunakan besek ialah masjid, sekolah, kantor, yayasan, lembaga, dan komunitas di Jakarta berlomba menggunakan wadah ramah lingkungan dalam kurban tahun ini.

Mereka menggunakan besek bambu, brongkos bambu, daun pisang, wadah pakai ulang atau panitia mensyaratkan penerima daging kurban untuk membawa wadah masing-masing.

Lihat juga...