hut

Doktor Arissetyanto Mumpuni Memimpin UI

JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) menggelar hajat Pemilihan Rektor untuk masa jabatan 2019-2024. Terdapat 21 orang yang menjadi bakal calon Rektor UI.

Salah satu nama yang ikut bersaing adalah Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM, IPU, CMA, MSS. Lelaki yang akrab disapa Dr. Ariss, pernah menjabat Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) selama 2 periode 2010-2014 dan 2014-2018.

Alumni Lemhanas PPSA XXI dan Lulusan terbaik Fakultas Teknik UI tahun 1987 dan Magister Manajemen Pascasarjana Fakultas Ekonomi&Bisnis UI tersebut, berhasil mendongkrak prestasi UMB menjadi PTS Unggulan di Indonesia dengan Akreditasi A.

Bahkan di tangan dinginnya, UMB menduduki peringkat 73 Universitas Terbaik Dikti di 2018. Hal itulah yang mendorong Dr. Ariss, mendapat kepercayaan memimpun UI. Bertekad membangun UI untuk lebih unggul dan maju, sehingga masuk menjadi perguruan tinggi ternama di tingkat dunia.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Dr. Budi Jatmiko – Foto Ist

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Dr. Budi Jatmiko mendukung Dr. Ariss menjadi Rektor UI. “Doktor Ariss secara akademik dan pengalaman mumpuni untuk memimpin UI, karena UI memang membutuhkan pemimpin muda, cerdas dan kreatif,” kata Dr. Budi Jatmiko.

Menurutnya, Dr. Ariss telah berhasil menunjukkan kinerja nyata saat menjadi Rektor Universitas Mercu Buana. Tidak hanya berhasil dalam pengelolaan jumlah mahasiswa yang masuk. Namun, juga mengangkat prestasi Universitas Mercu Buana di tingkat nasional dan internasional. “Ini membuktikan bahwa kemampuan manajerial yang dimiliki dan kreatifitas dalam memasarkan UMB,” tutur Dr. Budi Jatmiko.

UI membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan terobosan-terobosan baru. Sehingga bisa mengangkat nama UI di dunia internasional. Ketika bertemu Presiden Joko Widodo, Dr. Budi mengaku menyampaikan saran, bahwa untuk meningkatkan kualitas PTN, tidak harus mendatangkan Rektor asing. Hal itu membutuhkan waktu dan persoalan administratif yang rumit.

“Saya usulkan agar PTN bisa dipimpin Rektor yang berasal dari PTS. Sebab, Rektor PTS itu memiliki tugas yang berat untuk dapat survive, seperti bagaimana bisa mendapatkan mahasiswa dan mampu mendapatkan dana untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan,” ujar Dr. Budi Jatmiko.

Untuk itu, Dr. Budi Jatmiko mengaku Dirinya mendukung Dr. Ariss maju bertarung menjadi Rektor UI. Diyakini Dr. Ariss akan mampu menggerakkan unit-unit di UI, untuk memacu prestasi di tingkat Internasional. Sebab, untuk mendapatkan mahasiswa, UI sudah tidak mengalami kesulitan.

Hal itu, berbeda dengan PTS yang harus bekerja keras mendapatkan mahasiswa baru. “Dr. Ariss itu berhasil juga mengangkat nama Indonesia melalui paduan suara UMB. Berkali-kali juara di ajang lomba paduan suara perguruan tinggi sedunia. Itu prestasi luar biasa,” papar Dr. Budi Jatmiko.

Pada sisi lain, Dr. Budi Jatmiko menilai, UI seharusnya tidak lagi fokus mengelola mahasiswa S1. Menurutnya, UI lebih penting mengelola mahasiswa S2 dan S3. Dan untuk mahasiswa S1 agar dikelola PTS. Dengan memfokuskan diri mengelola S2 dan S3, UI akan menjadi universitas riset. Ini penting dilakukan, karena untuk masuk sebagai Universitas internasional, harus mampu menghasilkan penelitian-penelitian yang diakui.

Selama ini UI cukup kuat di bidang penelitian, namun demikian harus lebih dipacu. “Maka Dr. Ariss akan mampu membawa perubahan tersebut,” Dr. Budi Jatmiko meyakinkan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com