hut

Dukung Ekraf, DPRD Sarankan Gandeng Akademisi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Usai ditetapkannya Balikpapan sebagai Kota Inovasi Berkelanjutan (Sustainable Innovation) dalam mengembangkan Aplikasi dan Pengembang Permainan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, DPRD menyarankan Pemerintah Kota untuk menggandeng akademisi dalam pengembangan.

Iwan Wahyudi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/8/2019). Foto: Ferry Cahyanti

Menurut Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, pemerintah perlu menggandeng akademisi karena banyak bibit-bibit baru yang bisa digali.

“Bisa menggandeng akademisi. Kan di sini banyak kampus. Ada Poltekba, ITK, Universitas Mulya, Uniba. Mahasiswa yang berkecimpung di dunia IT harus dirangkul juga,” jelasnya saat ditemui, Selasa (13/8/2019).

Bukan hanya itu, dikatakannya juga perlu dukungan lainnya seperti menggelar kontes aplikasi atau start up yang dibutuhkan dan menyentuh langsung ke masyarakat. Misalnya berbasis ke pengelolaan lingkungan atau lainnya yang bisa mendukung program pemerintah ke depannya.

“Ya, seperti aplikasi bank sampah dan yang lainnya. Potensi sumber daya manusia cukup baik dan besar, bisa diarahkan untuk kemajuan kota dari sisi technopreneur lah,” sambungnya.

Termasuk pula bagi pelaku UKM sudah harus memiliki tempat berjualan yang berbasis digital supaya produk-produk kreatif bisa dipasarkan secara online atau daring.

“Bikin atau kembangkan aplikasi yang sudah ada untuk mendukung subsektor ekonomi kreatif dan gencarkan juga promosinya,” kata Iwan Wahyudi.

Terlebih jika aplikasi yang dihasilkan bisa dikenal luas, maka membantu pula setiap pengunjung wisata yang datang ke Kota Balikpapan. “Jadi ada pemandunya, mau cari kuliner atau oleh-oleh, tinggal buka aplikasi yang tersedia,” sarannya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa menilai saat ini kondisi yang terjadi tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi yang semakin massif.

“Gaya hidup sekarang tidak bisa lepas dari teknologi dan ketika Balikpapan mengarah ke digitalisasi, tentunya pemerintah kota seharusnya tetap ikut memberikan kontribusi,” ujarnya yang mengingatkan kepada pemerintah kota untuk terus meningkatkan program smart city.

Ia pun berpendapat, jika kemajuan digitalisasi saat ini tidak diperhatikan, maka Balikpapan bakal mengalami keterbelakangan teknologi dari daerah lainnya. “Padahal Balikpapan ingin menjadi Smart City,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pengembangan sektor unggulan ekonomi kreatif Kota Balikpapan pada tahun 2019 ditetapkan mengembangkan Aplikasi dan Pengembang Permainan atau disebut sebagai kota Inovasi Berkelanjutan (Sustainable Innovation).

Pengembangan sektor unggulan tersebut ditetapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia berdasarkan keputusan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 83 tahun 2019 Tentang Kabupaten/kota kreatif Indonesia tahun 2019.

Lihat juga...