hut

Edukasi Kepahlawanan, Difabel Jember Gelar Parade Merah Putih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Sebanyak 70 penyandang difabel yang tergabung dalam komunitas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Jember bersama Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember menggelar Parade Merah Putih dengan menggunakan 50 motor roda tiga.

Parade tersebut mengambil rute dari jalan Bengawan Solo menuju ke makam pahlawan yang terletak di jalan Slamet Riyadi Kecamatan Patrang untuk tabur bunga.

Koordinator Parade Merah Putih DMI Jember, Eko Puji Purwanto, mengatakan, pihaknya bersama penyandang difabel Jember menggelar parade merah putih untuk menggugah kembali semangat nasionalisme dan kemerdekaan dalam rangka HUT Ke 74 RI.

Koordinator Parade Merah Putih DMI Jember, Eko Puji Purwanto (kanan) saat melayani pertanyaan wartawan di sela-sela acara, Kamis (15/8/2019). Foto: Kusbandono.

“Supaya teman-teman menjadi merdeka yang sebenar-benarnya,” kata pria penyandang disabilitas daksa yang akrab disapa Antok di sela-sela acara kepada Cendana News, Kamis (15/8/2019).

“Merdeka dalam arti terpenuhi hak-hak dasar sebagai manusia Indonesia seperti yang tercantum dalam UUD 1945, khususnya UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas,” imbuhnya.

Menurut Antok, pihaknya sengaja menggelar acara tersebut sebagai sarana untuk menggairahkan kembali perjuangan difabel Jember untuk mewujudkan kesetaraan dalam segala aspeknya menuju difabel yang berdaya dan berdaulat.

“Kalau dahulu para pahlawan gugur demi kemerdekaan negara ini, lain dengan difabel yang harus memperjuangkan hidupnya dengan segala hak-hak dasar mereka yang belum terpenuhi secara baik. Walaupun perangkat regulasinya sudah hampir lengkap,” jelas alumni Fakultas Ekonomi Unej ini.

Sebagaimana diketahui, kata Antok, Kabupaten Jember telah mempunyai perangkat hukum yang lengkap terkait penyandang disabilitas sejak UU Disabilitas diundangkan oleh pemerintah pusat.

“Kita ini kan sudah punya Perda (peraturan daerah) Disabilitas, masak sudah tiga tahun berjalan masih jauh implementasinya? Lagian Perbup (peraturan bupati)-nya juga telah ada,” tegasnya.

Dalam momentum parade dan tabur bunga di makam pahlawan ini, DMI Jember ingin mengingatkan kepada masyarakat luas khususnya penyandang difabel Jember untuk meneladani perjuangan para pendiri bangsa ini dengan mengisi pembangunan yang berkesetaraan dan inklusif.

“Semangat perjuangan para pahlawan menjadi cambuk bagi saya dan teman-teman difabel untuk tetap berjuang, karena difabel tidak ada yang mau memperjuangkan nasibnya kecuali kita sendiri,” tandasnya.

Parade motor roda tiga para difabel menuju makam pahlawan, Kamis (15/8/2019) – Foto: Kusbandono

Sementara itu, Ketua Perpenca Jember, Moh Zaenuri Rofii, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan mengapresiasi atas kesolidan teman difabel Jember untuk menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat yang masih cenderung apatis terhadap keberadaan difabel.

“Kirab merah putih adalah perwujudan dari partisipasi kita sebagai penyandang disabilitas untuk ikut  memeriahkan peringatan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun 2019. Saya berharap agenda semacam ini menjadi agenda rutin Pemkab Jember.

Dan saya berharap nilai-nilai perjuangan para pahlawan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia bisa menginspirasi dan memotivasi teman-teman disabilitas Jember untuk lebih lebih semangat memperjuangkan hak-haknya dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!