hut

Edukasi Mitigasi Bencana Penting Diajarkan di Sekolah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Edukasi kesadartahuan atau mitigasi bencana alam penting diajarkan di setiap sekolah. Demikian diungkapkan Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lampung Selatan.

Ia menyebut kawasan rawan bencana (KRB) mulai dipetakan di wilayah Lamsel. Terlebih Lamsel pernah mengalami bencana tsunami 22 Desember 2018 dan potensi gempa disertai tsunami 2 Agustus 2019 lalu.

Upaya edukasi mitigasi bencana disebut Hasran Hadi hingga Agustus 2019 telah digelar di sejumlah wilayah. Tagana Lamsel disebutnya melakukan edukasi melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS).

Program tersebut mengedukasi siswa usia sekolah terkait potensi bencana yang ada di Indonesia dan Lamsel. Sejumlah sekolah menjadi sasaran diantaranya dari tingkat SD hingga SMA.

Hasran Hadi, sekretaris Tagana Lampung Selatan mendampingi siswa SDN 1 Way Muli Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan menggambar sebagai bagian kegiatan pendampingan psikososial saat terjadi bencana alam, Kamis (22/8/2019) – Foto: Henk Widi

Melalui kegiatan TMS Hasran Hadi menyebut Tagana memberikan edukasi terkait kebencanaan. Jenis bencana yang berpotensi terjadi di Lamsel diantaranya gempa bumi, tanah longsor, tsunami, banjir, puting beliung.

Selain itu sejumlah bencana alam yang pernah melanda Lamsel membuat masyarakat memiliki mitigasi bencana yang baik.

“Selalu kami tekankan kepada para siswa sekolah bahwa membicarakan bencana alam bukan hal yang tabu agar kesiapsiagaan dimiliki oleh masyarakat sejak usia sekolah dan akan diingat hingga dewasa,” ungkap Hasran Hadi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (22/8/2019).

Upaya mitigasi bencana dengan membaca tanda-tanda alam disebut Hasran Hadi telah berhasil dilakukan. Usai tsunami 22 Desember 2019 sejumlah edukasi ke belasan sekolah SD hingga SMA dilakukan di wilayah Kabupaten Lamsel dan Pesawaran.

Sejumlah sekolah disebutnya mendapat pemahaman terkait kebencanaan sekaligus upaya penyelamatan bagi korban akibat bencana.

Latihan penyelamatan disebut Hasran Hadi sekaligus memanfaatkan teknologi mutakhir yang ada. Saat ini ia menyebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki sejumlah aplikasi.

Aplikasi tersebut bisa diakses sehingga para siswa sekolah bisa memanfaatkan. Selain informasi gempa terkini, prakiraan cuaca, aplikasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) bisa diunduh.

“Selama edukasi kepada siswa sekolah, kami tekankan mari gunakan gawai untuk hal positif agar saat bencana bisa diminimalisir korban,” tegas Hasran Hadi.

Saat terjadinya gempa 7,4 SR di wilayah Lebak dan dirasakan pada wilayah Lamsel, informasi tersebut dipantau melalui InaTEWS. Sejumlah warga mulai melakukan penyelamatan dengan mencari titik aman pada ketinggian.

Selain itu sejumlah alat-alat keselamatan sekaligus koordinasi dengan sejumlah pihak mulai dilakukan. Edukasi penyelamatan usai gempa bumi menurut Hasran Hadi terus dilakukan melalui sekolah.

Selain edukasi soal potensi dan mitigasi bencana siswa sekolah diajarkan cara menyelamatkan diri dan orang lain.

Penyelamatan yang diajarkan diantaranya berlindung dari benda-benda saat gempa bumi berlangsung, lari ke lokasi tertinggi. Selain itu upaya menolong orang lain dengan pertolongan pertama hingga evakuasi juga diajarkan.

“Kami edukasi siswa bisa menolong orang lain, supaya di saat dewasa mereka juga bisa menerapkan ilmu bagian mitigasi bencana tersebut,” ungkap Hasran Hadi.

Melalui kegiatan edukasi mitigasi bencana, salah satunya di SDN 1 Way Muli Kecamatan Rajabasa, ia mengajak siswa peduli.

Kepedulian tersebut diakuinya dengan cara menjaga lingkungan di sekitar. Upaya menjaga alam diantaranya dengan tidak membuang sampah sembarangan menyebabkan banjir. Melakukan upaya pelestarian lingkungan pantai dengan menanam pohon.

Edukasi mitigasi bencana ke sejumlah sekolah disebut Hasran Hadi melibatkan sejumlah pihak. Selain pihak sekolah, kecamatan, PMI ia juga melibatakan organisasi kemanusiaan seperti Wahana Visi Indonesia.

Selain kegiatan edukasi, Tagana Lamsel juga memberikan pemahaman terkait layanan dukungan psikososial (LDP). Dukungan psikososial diberikan untuk menghilangkan trauma bagi anak-anak usai bencana.

Tagana Lamsel juga menurut Hasran Hadi gencar melakukan edukasi kepada masyarakat. Edukasi dilakukan dengan membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di wilayah rawan bencana.

Sebab saat terjadi bencana kampung yang dibentuk bisa secara swadaya melakukan upaya penanganan bencana. Sejumlah KSB dibentuk sebagai bagian mitigasi bencana yang ada di Lamsel.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com