hut

Empat Helikopter Dikerahkan untuk Memadamkan Karhutla di Selatan Riau

Operator Helikopter Water Bombing menyiapkan peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari udara (water bombing) di Pekanbaru, Riau, Senin (29/07/2019). Untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau, Satgas Karhutla Riau terus berupaya melakukan pemadaman baik dari darat maupun udara agar kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap tersebut tidak semakin meluas - Foto Ant

PEKANBARU – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau, mengerahkan empat helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran yang makin meluas di bagian selatan provinsi tersebut.

Wakil Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Riau, Edwar Sanger, mengatakan, penanganan kebakaran terus dioptimalkan, di tengah banyaknya kendala yang ditemui di lapangan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas karhutla di Riau sejak Januari 2019 sudah lebih dari 30.000 hektare.

Bantuan pemadaman dari udara menggunakan helikopter disebut Edward, terfokus ke Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil). Tiga daerah tersebut, banyak terdapat kebakaran yang hingga kini belum bisa dikendalikan.

Dampaknya, asap atau jerebu terbawa angin hingga ke Kota Pekanbaru. “Penangan terus kami optimalkan, khususnya di daerah selatan yang asapnya mengarah ke Pekanbaru. Pagi ini empat helikopter sudah kami kerahkan untuk pemadaman di Inhu, Inhil dan Pelalawan,” ungkap Edwar.

Empat helikopter akan menyiramkan air dari udara (water bombing), namun efektivitasnya belum bisa dipastikan, karena sumber air banyak yang mengering. “Angin kencang dan sulit, dan jauhnya jarak sumber air di daerah Karhutla menjadi kendala kami di lapangan,” ujarnya.

Jarak pandang di Kota Pekanbaru pada Sabtu (24/8/2019) pagi memburuk, akibat asap Karhutla yang pekat menyelimuti Ibu Kota Provinsi Riau tersebut. Asap yang menyelimuti Pekanbaru merupakan kiriman, karena tidak terpantau titik panas di daerah tersebut. Asap atau jerebu karhutla berasal dari Kabupaten Pelalawan, yang pada Sabtu pagi terdeteksi memiliki 102 titik panas (hotspot).

Berdasarkan data pantauan satelit pada pukul 06.00 WIB, yang dirilis BMKG Stasiun Pekanbaru, ada 584 titik panas yang jadi indikasi awal Karhutla tersebar di Sumatera. (Baca: https://www.cendananews.com/2019/08/sabtu-pagi-ada-584-titik-panas-terindikasi-karhutla-mengepung-sumatera.html) (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!