hut

Festival Sumarak Luhak Nan Tuo di Batusangkar Melibatkan 400 Murid SD

Festival Semarak Luhak Nan Tuo, Minggu (25/8/2019) - Foto Ant

BATUSANGKAR – Sebanyak 400 murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memeriahkan Festival Sumarak Luhak Nan Tuo di kawasan Benteng Van der Capellen, Minggu (25/8/2019).

Para anak tersebut, tergabung dalam sanggar seni Binamusika Musik Terpadu. “Ajang ini merupakan wadah dalam melestarikan seni dan budaya yang berkembang di masyarakat serta ajang bagi generasi muda menunjukan bakat seni dan budaya mereka,” kata Ketua Sanggar Binamusika Musik Terpadu, Yulizar, di sela-sela acara.

Ajang pertemuan tersebut, rutin dilakukan empat bulan sekali. Kegiatannya, bertujuan untuk menguji kemampuan anak-anak yang telah dibina di bawah naungan sanggar seni binamusika. Baik yang belajar di sanggar ataupun di sekolah.

Sanggar binamusika, adalah salah satu sanggar yang mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Bantuan Pemerintah Fasilitasi Kegiatan Kesenian (FKK). Bantuan tersebut juga diterima  150 sanggar lainnya di Indonesia. “Tujuannya untuk mendorong peran pelaku atau pengelola kesenian dalam meningkatkan kreativitas dan produktivitasnya,” jelasnya.

Selain menampilkan Tari Pasambahan, ke-400 siswa, juga mengikuti lomba paduan suara, workshop lagu-lagu nasional dan festival mairiak padi. “Workshop lagu-lagu nasional penting karena banyak anak sekarang tidak hafal dengan lagu-nasional, sementara festival mairiak padi selain nilai kebersamaan, banyak langkah tarian yang tercipta dari mairiak itu. Kita suruh meret mencatat tarian apa saja,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Riswandi, mengatakan, Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo memiliki warisan budaya Minangkabau benda maupun tak benda. Keberadaanya, harus dijaga dan dilestarikan.

Upaya pelestarian budaya menjadi mendasar yang tidak cukup dijalankan oleh pemerintah daerah dengan berbagai pertunjukan reguler. Yang utama ialah, mengapresiasi dengan memberikan pemahaman dan filosofi ditempat wisata serta warisan dan tradisi yang tumbuh turun temurun di tengah masyarakat. “Selain tahap pelestarian, juga diilakukan tahap pengembangan dan harus mampu memberikan pemanfaatan secara ekonomi bagi masyarakat setempat. Mudah-mudahan anak sekalian betul cinta kepada budaya,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!