hut

Galasin, Permainan Tradisional yang di Lestarikan di Pondokgede

Editor: Mahadeva

BEKASI – Gobaksodor, adalah salah satu permainan tradisional Indonesia tempo dulu. Permainan tersebut memiliki beragam nama dan istilah di setiap daerah.

Di Kota Bekasi, Jawa Barat, Gobaksodor dikenal dengan nama Galasin. Oleh warga Betawi di daerah tersebut, Galasin dulu biasa dimainkan di lapangan terbuka, setiap sore menjelang Magrib.

Di tengah banyaknya permainan tradisional yang tergantikan oleh permainan teknologi digital, Camat Pondokgede, Kota Bekasi, Karya Sukmajaya, mencoba menggerakan warganya untuk melestarikan galasin.

Camat Pondokgede, Kota Bekasi, Karya Sukmajaya saat ditemui Cendana News, MInggu (25/8/2019) – Foto M Amin

“Awalnya saya berkunjung ke SMA Negeri 21 Pondokgede, saat baru menjabat Camat dua bulan lalu. Di sana ada anak-anak SMA lagi classmeeting, mereka main Galasin. Galasin adalah permainan olahraga tradisional yang jarang dijumpai sekarang,” ujar Karya Sukmajaya, Camat Pondokgede, kepada Cendana News, Minggu (25/8/2019).

Melihat permainan Galasin yang di mainkan para pelajar SMA tersebut, Karya langsung terbayang masa kecilnya. Hingga Dia langsung datang dan memberi motivasi dengan mengajak pemenangnya bertanding dengan tim Kecamatan Pondokgede.

Hingga akhirnya, dalam perayaan HUT Kemerdekaan ke-74 RI, Galasin menjadi satu bagian dalam perlombaan tingkat kelurahan. Galasin, merupakan permainan tradisional yang dilakukan lima orang, atau disesuaikan dengan jumlah yang ada antara pihak yang main.

Namun biasanya, total peserta sekali main mencapai 10 orang. Permainan tersebut banyak menggunakan aktivitas fisik. Karena inti dari permainan tersebut adalah, menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik di bidang permainan yang telah dibuat.

Untuk bisa meraih kemenangan seluruh anggota kelompok harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.”Saya mencoba menghidupkan kembali permainan Galasin di wilayah Kecamatan Pondokgede agar kembali dikenal lagi oleh anak zaman sekarang,” ujarnya.

Menurut Karya, keseriusan melestarikan galasin dilakukan dengan membuat lapangan khusus Galasin di stadion mini Pondokgede. Bidang permainan digaris dengan cat warna putih, membentuk lapangan segi empat.

Dalam permainan Galasin, setiap tim harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal tanpa tersentuh oleh tim jaga. “Banyak manfaat dalam Permainan, pertama mengajarkan kerja kelompok atau kebersamaan, kekompakan antar tim dan manfaat lainnya badan sehat,” tandasnya.

Permainan tersebut imbuhnya cukup seru dan menyenangkan. Karena, untuk bisa memenangkan permainan tidak gampang. Setiap tim harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin, jika ingin meraih kemenangan. Untuk itu diperlukan ketangkasan, strategi, kecepatan dan kecerdikan.

Lihat juga...