hut

Ganjil-Genap Dikecualikan untuk Kendaraan-Kendaraan Ini

Papan informasi penerapan ganjil genap di Simpang Tomang, Jakarta Barat - Foto Ant

JAKARTA – Kendaraan pembawa warga disabilitas mendapat pengecualian dalam aturan perluasan ganjil-genap. Kebijakan perluasan pembatasan berdasarkan plat nomor kendaraan roda empat tersebut, mulai disosialisasikan, Senin (12/8/2019).

“Ada 11 golongan yang dikecualikan dalam ganjil-genap ini, tentunya ditambah kendaraan yang memuat disabilitas,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Senin (12/8/2019).

Kendaraan yang mengangkut disabilitas, diberikan pengecualian melintas di jalur ganjil-genap dengan persyaratan harus mengajukan izin kepada Dinas Perhubungan. “Kemudian, kami berikan stiker yang dilengkapi barcode, begitu kita pindai dengan kode QR, akan terlihat data siapa disabilitas yang diangkut,” ujarnya.

Aturan ini sudah dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, melalui Peraturan Gubernur No.77/2018. “Sepeda motor juga dikecualikan, juga kendaraan yang menggunakan mesin listrik,” tambahnya.

Melalui selebaran yang dibagikan kepada pengendara kendaraan roda empat, Dishub DKI Jakarta memberi pengecualian terhadap 12 jenis kendaraan yang melewati kawasan ganjil-genap.

Di antaranya, kendaraan pembawa masyarakat disabilitas, ambulans, pemadam kebakaran, angkutan plat kuning, kendaraan listrik, sepeda motor, angkutan BBM dan BBG. Kemudian, kendaraan pimpinan lembaga tinggi RI, kendaraan dinas berplat dinas TNI dan Polri, kendaraan pejabat asing, kendaraan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas serta kendaraan yang mendapat diskresi dari Polri.

Ganjil-genap diterapkan setiap Senin sampai dengan Jumat, pada pagi hari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Kemudian pada sore hari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Kebijakan tersebut tidak berlaku pada hari libur nasional. (Ant)

Lihat juga...