hut

Gempa Bumi 4,0 SR Guncang Bogor

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik. Dari analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 4.0 Skala Richter (SR) dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.7 LS-106.51 BT.

“Tepatnya berada di berada di darat pada jarak 101 Kilometer (KM), Barat Daya Kabupaten Bogor, Jabar dengan kedalaman lima Kilometer. Kejadiannya pukul 11.10 WIB, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami,” ungkap Tony Agus Wijaya, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Jumat (23/8/2019).

Dikatakan bahwa Gempa yang terjadi adalah gempa tektonik, gempa yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan lapisan batuan kulit bumi. Tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal yaitu di sesar lokal klaster Bogor. Tidak berhubungan langsung dengan aktivitas vulkanik Gunung Salak.

“Gempa yang terjadi adalah gempa kekuatan kecil dengan Magnitudo 2,0 hingga 4,0,” tandasnya saat dihubungi Cendana News.

Menurutnya gempa tersebut dirasakan di sebagian Sukabumi utara dan sebagian Bogor selatan, pada intensitas II hingga III MMI, yaitu getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung menjadi bergoyang.

Dia mengibaratkan goyangannya seperti ada kendaraan angkutan besar yang tengah melintas.

Tony menyebut, secara umum masih berpotensi terjadi gempa dengan kekuatan Magnitudo Kecil di sekitar sesar lokal Klaster Bogor dengan Magnitudo 2,0 hingga 4,0 yang sebagian bisa dirasakan manusia, tetapi tidak berdampak merusak.

Sementara dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas II – III MMI, di Ciptagelar dengan Skala Intensitas III MMI, di Panggarangan Jatake, Cikotok dan Bogor dengan Skala Intensitas II – III MMI.

Namun Tony memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

“Hingga laporan ini dibuat, hasil monitoring BMKG terhitung sejak tanggal 10 Agustus 2019 sudah ada 82 event gempa yang terjadi di wilayah tersebut,” tukasnya.

Hasil analisa BMKG sementara disimpulkan bahwa gempa-gempa yang terjadi pada klaster Bogor ini merupakan gempa bumi swarm. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut.

“Pastikan informasi resmi gempa bumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG. Belum ada laporan kerusakan, diperkirakan dari intensitas dirasakan gempa III MMI, maka tidak ada dampak kerusakan,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!