hut

Gempa tak Surutkan Kemeriahan Takbir Keliling di Kulon Progo

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Menyambut hari raya Iduladha 1440 Hijriah, sejumlah warga di Yogyakarta menggelar tradisi takbir keliling. Meski wilayah Yogyakarta sempat diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 5,1 pada pukul 20.26 WIB, dengan pusat gempa 105 barat daya Bantul dengan kedalaman 10 kikometer, sebagaimana dirilis BMKG, namun kegiatan takbir keliling, tetap berlangsung meriah. 

Di desa Kaligintung, Temon Kulon Progo, ratusan warga yang didominasi anak-anak dan remaja mengikuti ajang lomba takbir keliling yang digelar pemerintah desa setempat. Membawa oncor (obor) bambu dan lampion, setiap dusun memamerkan kebolehan masing-masing, termasuk membawa maskot kebanggan seperti domba atau kambing.

“Memang katanya tadi sempat ada gempa, tapi kita tidak merasa. Karena kan sedang persiapan takbir keliling,” ujar salah seorang peserta Dani, Sabtu (10/8/2019) malam.

Warga lainnya, Nik, mengaku sempat merasakan getaran cukup kuat saat sedang berada di rumah. Getaran itu ia rasakan sebanyak dua kali, dengan selang atau jeda waktu hanya beberapa detik. Ia bahkan sempat berlari keluar rumah, karena kaget meski gempa tersebut tak memberikan dampak apa pun.

“Ya, tadi terasa ada gempa. Pertama pelan, lalu yang kedua cukup kencang. Sempat lari keluar rumah karena kaget. Kebetulan tadi sedang menunggu acara takbir keliling,” katanya.

Sebagaimana informasi yang dirilis BMKG, gempa yang terjadi di koordinat 8,81 Lintang Selatan, 110,08 Bujur Timur atau 105 km Barat Daya Bantul DIY, terjadi pukul 20.26 WIB dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Sekitar 25 menit sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,1 juga terjadi di lokasi 5,51 Lintang Selatan, 129,64 Bujur Timur atau 256 kilometer tenggara Maluku Tengah. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini terjadi pada pukul 19.01 WIB dan tidak berpotensi tsunami.

Lihat juga...