hut

Gubernur DKI: Semua Atlet Renang Sudah Pulang dari Hongkong

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur Anies Baswedan, memastikan 47 atlet renang DKI yang sempat tertahan di Hong Kong sudah tiba di Ibu Kota, Selasa (13/8) malam. 

“Mereka sudah kembali,” kata Anies, usai menghadiri rapat di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Anies mengungkapkan, kontingen atlet renang DKI yang semula akan mengikuti Hong Kong Open Swimming Championship itu sudah berangkat dari Bandara Internasional Hong Kong kemarin dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 15.00, Selasa (13/8).

Menurut Anies, rombongan tim renang kembali ke Indonesia dalam dua kelompok terbang (kloter). “Ada yang tiba pukul 15.00 ada yang tiba pukul 19.00 WIB. Semua atlet dipastikan dalam keadaan sehat semua,” terang Anies.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) DKI Jakarta, Achmad Firdaus, membenarkan hal itu. Menurut Firdaus, tim renang yang tengah berlatih di Hong Kong kini dalam keadaan selamat di Indonesia. “Aaman dan selamat,” ujarnya.

Sebelumnya, tim renang DKI Jakarta terjebak di Bandara International Hong Kong. Mereka gagal pulang ke Indonesia akibat pembatalan seluruh jadwal penerbangan yang merupakan dampak dari aksi unjuk rasa warga sipil yang menduduki salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut.

Aksi mogok massal yang dilakukan para demonstran antiekstradisi membuat Bandara Internasional Hong Kong, lumpuh. Seluruh penerbangan dibatalkan, karena ribuan pendemo menggelar aksinya di pintu keberangkatan bandara.

Demo dilakukan massa sejak Jumat (9/8), peserta demo mencapai lebih dari lima ribu orang di pintu keberangkatan Bandara Internasional Hong Kong. Akibatnya, seluruh penerbangan pada hari itu dibatalkan.

Aksi antipemerintah digelar untuk menggalang dukungan internasional bagi gerakan pro-demokrasi yang digaungkan para demonstran dalam aksi-aksinya selama dua bulan terakhir.

Massa menolak rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial, karena mengatur ekstradisi tersangka kriminal ke Cina, sehingga meluas menjadi gerakan reformasi.

Aksi tersebut membuat atlet asal DKI terjebak di Bandara Hong Kong, kemudian para atlet itu sempat berada di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!