hut

Gubernur Riau: Kondisi Karhutla Sudah Berat

PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar, menyatakan personel gabungan di Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) tetap bertugas melaksanakan pemadaman kebakaran lahan gambut, di hari libur bersama perayaan Hari Raya Iduladha 1440 Hijriah.

Ia mengatakan, pada Sabtu (10/8), Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto meninjau lokasi Karhutla di Riau dan memberikan pengarahan kepada personel untuk tetap bertugas saat libur bersama.

“Kasum TNI arahkan anggota TNI dan POLRI, mereka setiap saat bekerja. Walaupun Iduladha, mereka tetap memadamkan api,” kata Syamsuar, yang juga menjabat Komandan Satgas Karhutla Riau, Minggu (11/8/2019).

Meski upaya pemadaman terus dilakukan, namun Syamsuar mengatakan kondisinya sudah berat untuk ditanggulangi, dan hanya bisa padam, bila turun hujan deras.

“Saya sudah berkeliling hingga ke Tembilahan, sekarang kebakaran cukup berat, karena sulit dapatkan air,” katanya.

Ia menjelaskan, kebakaran cukup luas kini berlokasi di sekitar daerah Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, kemudian Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), termasuk juga Kabupaten Siak. Lokasi di sana mulai dilanda kekeringan. Satgas Karhutla sulit mendapatkan sumber air untuk pemadaman kebakaran.

“Satgas termasuk TNI, POLRI sudah kerja keras di lapangan. Tapi memang sulit untuk dapat air. Helikopter kita untuk waterbombing jauh angkut air, itu kendalanya jauh dari sumber air,” kata Syamsuar.

Ia menilai, Karhutla hanya bisa padam oleh hujan. Karena itu, ia mengajak masyarakat Riau, khususnya yang Muslim untuk melaksanakan salat istisqa untuk meminta turun hujan kepada Allah SWT.

“Harapan kami, (hujan) merata di Provinsi Riau agar musibah ini segera berakhir, dan mudah-mudahan masyarakat Riau bersama melaksanakan sesuai imbauan untuk melaksanakan salat istisqa sebagai bagian upaya kita minta ampun kepada Allah SWT, sekaligus minta turun hujan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...