hut

Gubernur Sumbar Minta Pegawai Belajar ‘IT’

Editor: Koko Triarko

PADANG – Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, meminta kepada jajaran pemerintahan yang ada di 19 kabupaten dan kota, untuk dapat menggunakan teknologi informasi (IT/information tecnology), guna mempermudah segala pekerjaan dan mempercepat akses informasi.

Ia menyebutkan, hingga kini masih ada pegawai yang belum bisa memanfaatkan IT, yang merupakan pegawai di usia 50 tahun ke atas. Meski sudah terbilang tidak muda lagi, Irwan berharap agar mau belajar untuk menggunakan IT. Keuntungannya tidak hanya sebatas memudahkan pekerjaan, tapi dapat mempermudah banyak hal, seperti komunikasi.

“Jika usai mereka 20 ke atas mungkin sudah bisa menggunakan, contohnya teknologi yang ringan. Mereka punya ‘HP’ yang canggih, tetapi hanya bisa mengangkat telepon saja, dan tidak bisa membalas pesan. Seharusnya hal ini jadi perhatian, biar tidak dianggap lemah di zaman IT ini,” katanya, Senin (19/8/2019).

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi kepala daerah di 19 kabupaten dan kota. Supaya ada edukasi pegawai dalam penggunaan IT, karena tidak dapat dipungkuri, bahwa penggunaan IT di era industri 4.0 sangatlah penting.

Apalagi, kini hampir merata di perkantoran pemerintahan telah memanfaatkan IT untuk mempermudahkan pekerjaan di kantor. Untuk itu, dalam pemahaman penggunaan IT, tidak hanya ditujukan untuk pegawai saja, tapi bagi kepala daerah yang mungkin tidak bisa menggunakan IT.

“Kepala daerah mesti bisa menggunakan IT, sebab segala urusan pemerintah sudah ada sebagian menggunakan elektronik, baik itu surat menyurat dan administrasi lainnya. Ke depan, sistem manual ini tidak akan ada lagi,” katanya.

Di Provinsi Sumatera Barat, kata Irwan, penerapan serba IT atau elektronik ini tengah dikembangkan, seperti SPPD  berbasis IT hingga tanda tangan. Hadirnya inovasi itu, untuk mempemudah segala urusan.

“Untuk itu, saya minta dinas terkait agar segera meelakukan pengembangan IT ini, khususnya Dinas Kominfo,” tegasnya.

Dikatakannya, jika IT ini tidak dikembangakan dan dipelajari oleh jajaran pemerintahan, maka dapat dipastikan pemerintahan di daerah akan tertinggal dengan daerah lain. Sebab, daerah lain di luar Sumatra Barat sebagian telah menggunakan IT dalam pelayanan pemerintahannya.

“Untuk itu, IT menjadi perhatian kita semua, jika memang tidak bisa menggunakan IT, angkat satu orang dari staf yang dapat mengefektifkan penggunaan IT di lingkup kerja kita,” ungkapnya.

Menurut Irwan, pengguna IT bisa dikategorikan sebagai hal wajib, dan tidak bisa menunggu waktu lagi. Bahkan, ia beberapa hari lalu berkunjung ke daerah Banyuwangi, Jawa Timur, dan ditunjukkan sebuah sistem berbasis IT, yakni Mall Pelayanan, di mana kebutuhan rakyat terhadap pemerintah dilayani dalam satu mal.

“Kalau berbicara ini di Kota Padang sudah memulai, dan kita provinsi rencana akan menerapkan hal tersebut. Makannya, saya berharap betul, mari sama-sama belajar IT, karena kita hidup di zaman tekonolog yang berkembang,” tegasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com