hut

Hingga Agustus, di Balikpapan Terjadi 1.851 Kasus DBD

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Hingga Agustus 2019, jumlah kasus demam berdarah di Balikpapan telah mencapai 1.851 kasus. Tercatat dari jumlah tersebut, ada delapan kasus kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan, upaya mencegah penyakit Demam Berdarah (DBD), memerlukan kerjasama semua pihak. Termasuk peran serta masyarakat.

Kegiatan yang dapat dilakukan adalah, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). DBD ini disebarkan nyamuk, sehingga harus rajin menjaga kebersihan. “Peran serta masyarakat sangat diperlukan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, baik sekitar rumah maupun sekolah dapat memberantas sarang nyamuk. Kebersihan lingkungan itu sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya nyamuk,” jelasnya Jumat (8/8/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, saat ditemui Cendana News, Jumat (9/8/2019) – Foto Ferry Cahyanti

Untuk mengajak masyarakat lebih aktif, Pemkot Balikpapan melalui Puskesmas di seluruh kelurahan mengarahkan masyarakat untuk melakukan PSN. Sementara itu, Puskesmas Muara Rapak, telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penebaran bubuk abate dan kerja bakti.

“Pembagian abate untuk lima RT telah kami lakukan. Warga juga diajak kerja bakti, bersama-sama membersihkan lingkungan,” ucap Kepala Puskesmas Muara Rapak, dr Fahmi Rosady.

Petugas Puskesmas bersama kader jumantik, mendatangi rumah-rumah di daerah endemik kasus DBD, untuk melakukan penebaran bubuk abate. Hal itu juga dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi. “Kami juga selalu mengimbau warga, baik di posyandu atau puskesmas untuk memantau tempat penampungan airnya dari jentik,” imbaunya.

Lurah Muara Rapak, Nunung Nurjaya, mengklaim telah mengajak warganya untuk berperan aktif memantau jentik di rumah masing-masing.“Pemantauan jentik tidak hanya dari pihak puskesmas saja, tetapi peran serta masyarakat sangat diperlukan,” kata Nunung.

Lihat juga...