hut

HUT Kemerdekaan, 130.383 Napi Dapat Remisi Umum

Apel penyerahan remisi di Rutan/Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi umum kepada 130.383 orang narapidana, di HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun ini.

Mereka yang mendapatkan remisi tersebut, berada di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Terdapat 199.263 Narapidana (Napi), yang diusulkan mendapat RU 2019. 127.593 orang menerima RU I atau pengurangan sebagian. Sisanya, sebanyak 2.790 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) menerima RU II atau langsung bebas.

Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, meminta, pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak WBP. Remisi dimaknai sebagai apresiasi negara terhadap WBP, yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri.

“Melalui pemberian remisi, diharapkan seluruh WBP selalu patuh dan taat kepada hukum atau norma yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan YME, maupun sesama manusia,” kata Yasonna, Sabtu (17/8/2019).

Yasonna menyebut, program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, dilakukan sesuai dengan tema perayaan ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni SDM Unggul Indonesia Maju. Revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan, menjadi solusi penyelesaian permasalahan pemasyarakatan.

Menteri Yasonna mengajak, semua pihak memandang persoalan kelebihan isi penghuni lapas dari sisi berbeda. Yaitu sebagai modalitas utama dalam pembangunan nasional. “Kelebihan isi penghuni menunjukkan lapas atau rutan sebenarnya memiliki aset dan potensi luar biasa untuk mendukung berjalannya kegiatan ekonomi kreatif. Sehingga pada akhirnya dapat penghasilkan pendapatan negara bukan pajak sebagai bentuk kontribusi pemasyarakatan kepada negara,” kata Yasonna.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, mengatakan pemberian remisi merupakan reward dari pemerintah. Penghargaan untuk mereka yang patuh dan taat, selama menjalani masa pidana.

Remisi merupakan suksesnya implementasi Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, sebagaimana yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.35/2018. “Pemberian hak kepada narapidana tidak rumit, tidak sulit, tidak berbelit-belit, dan mengubah hari menjadi menit. Dengan pemberian remisi, biaya makan WBP juga mengalami efisiensi,” kata Utami.

Tahun ini, narapidana terbanyak penerima RU berasal dari Provinsi Sumatera Utara 16.503 orang narapidana dengan rincian RU I 16.135 orang dan RU II 368 orang. Jawa Barat sebanyak 14.059 orang narapidana dengan rincian RU I 13.560 orang dan RU II 499 orang. Jawa Timur sebanyak 13.319 orang narapidana dengan rincian RU I 13.313 orang dan RU II enam orang. Adapuan pemberian RU Tahun 2019 berhasil menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp184.573.590. (Ant)

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com