hut

HUT RI ke-74, Picu Permintaan Pohon Pinang di Lamsel

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kebutuhan akan batang pohon pinang untuk perlombaan memeriahkan HUT RI ke-74 meningkat.

Syarifudin, menyatakan, pohon pinang di Desa Tamanbaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) batang pinangnya kerap dibeli sejumlah panitia perlombaan. Selain dipergunakan untuk panjat pinang juga dilakukan lomba pukul bantal, meniti batang pinang di atas kolam, dan lainnya.

Rata-rata permintaan batang pinang mencapai 30 hingga 50 batang sebelum HUT RI. Batang pinang untuk kebutuhan lomba disebutnya merupakan batang tua.

Selain sudah tidak produktif, batang pinang ditebang untuk proses regenerasi dengan tanaman lain. Perlombaan tradisional panjat pinang yang masih dipertahankan oleh desa, lembaga pemerintah, disebutnya memberi keuntungan baginya.

Sebagai perhitungan untuk mendapat keuntungan, Syarifudin memperkirakan usia panen batang pinang. Pohon yang dipanen setahun sekali tersebut masih bisa dimanfaatkan bagian buah.

Sebab permintaan akan buah pinang muda untuk jus berkhasiat obat masih tinggi. Selain itu pinang tua sebagai bahan baku batik, kosmetik masih laku seharga Rp7.000 per kilogram.

“Pohon pinang bisa ditanam sebagai pagar dan tanaman produktif, bisa berbuah sepanjang tahun membuat petani bisa memperoleh hasil setiap pekan. Jika pohon tidak produktif bisa dijual untuk berbagai kebutuhan,” ungkap Syarifudin saat ditemui Cendana News, Selasa (13/8/2019).

Harga pohon pinang disebut Syarifudin bisa berkisar Rp80.000 hingga Rp100.000 per batang. Per batang pohon pinang yang  belum dibersihkan dan ditebang oleh pembeli diakuinya bisa dijual Rp60.000.

Batang yang sudah ditebang dan bisa diangkut pembeli dijual Rp80.000 sementara batang yang kulitnya sudah dihaluskan bisa mencapai Rp100.000 lebih. Rata-rata batang yang dijual memiliki panjang 6 hingga 8 meter.

Selain dijual langsung ke konsumen, permintaan batang pinang mulai marak sejak pertengahan bulan Juli. Sejumlah pengepul mendatangi sejumlah desa untuk mencari pohon pinang.

Selanjutnya batang pinang akan dijual secara eceran di wilayah Jakarta dan Tangerang. Selain untuk perlombaan HUT RI atau Agustusan ia menyebut batang pinang banyak dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan.

“Batang pinang bisa untuk tiang pancang bagan apung, tiang tambat perahu nelayan dan bangunan air namun kerap banyak diminta saat Agustusan,” papar Syarifudin.

Meski kerap dilakukan penebangan, perbanyakan batang dengan biji membuat ia kembali meregenerasi tanaman. Satu batang dengan hasil sekitar ratusan biji kerap dipilih biji berkualitas untuk bibit.

Sebab setiap bulan permintaan batang pinang kerap banyak dibutuhkan. Selain menghasilkan secara ekonomi batang pinang juga bermanfaat untuk konservasi lingkungan.

Hasan, salah satu panitia perlombaan HUT RI Ke-74 mengaku lomba panjat pinang masih kerap digelar. Pada satu kali perlombaan ia menyebut kerap mendirikan 4 hingga 5 batang pinang yang sudah diisi dengan sejumlah hadiah.

Hasan (kanan) menyiapkan pinang untuk dipasang sejumlah hadiah lomba panjat pinang pada 17 Agustus 2019 mendatang, Selasa (13/8/2019) – Foto: Henk Widi

Batang pinang yang sudah diserut, dibersihkan dan diberi bambu sebagai alat untuk meletakkan hadiah di puncak pohon pinang.

Pada bagian atas bahkan diberi gemuk sebagai pelumas yang menambah keseruan kegiatan lomba panjat pinang.

“Panitia selalu menganggarkan pembelian batang pinang karena lomba tersebut paling seru untuk tontonan,” papar Hasan.

Pilihan lomba panjat pinang rutin digelar diakui Hasan dengan pertimbangan kebersamaan. Saat lomba digelar satu tim lomba panjat pinang kerap disediakan 5-6 orang.

Kekompakan dan kebersamaan saat melakukan panjat pinang diakuinya kerap dilakukan di pelabuhan Bakauheni tempatnya bekerja. Sebab saat digelar perlombaan tersebut sejumlah karyawan perusahaan pelayaran dilibatkan.

Batang pinang disebut Hasan juga akan dipergunakan untuk lomba pukul bantal. Pohon pinang yang sudah disiapkan akan dibentangkan di atas kolam dan para peserta akan menaiki batang pinang sambil saling memukul bantal.

Pemenang lomba pukul bantal adalah peserta yang mampu bertahan tak jatuh ke kolam. Sebagai perlombaan dengan menggunakan batang pinang ia memastikan kebutuhan akan pohon pinang selalu ada setiap tahun.

Lihat juga...