hut

Iduladha, Hewan Kurban di Bondowoso Mulai Diperiksa

Editor: Mahadeva

BONDOWOSO – Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso mulai memeriksa keamanan dan kesehatan hewan kurban di daerahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, belum ditemukan penyakit berbahaya.

endy Herdiawan, Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/8/2019). Foto: Kusbandono.

“Ini rutin kita lakukan setiap jelang Iduladha. Jumat (2/8/2019), kita periksa di 15 titik penjualan yang ada di kawasan kota, dengan yang terbesar ada di Yayasan Al-Fajri, di Dekat Lapangan Perintis,” ujar Cendy Herdiawan, Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, Jumat (2/8/2019).

Cendy menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan hingga menjelang pelaksanaan kurban. Sejauh ini, beberapa penyakit yang diwaspadai adalah Anthraks. Penyakit tersebut dikatakannya, biasa ditemukan di beberapa kota yang dekat dengan beberapa titik di Jawa Tengah. “Karena di sana, ada beberapa titik yang belum bebas dari Anthraks. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, belum ditemukan kasus itu di Bondowoso,” tandasnya.

Dari hasil pemeriksaan keliling yang dilakukan, petugas akan memberikan sertifikat yang menandakan lapak hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan aman. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, penyakit yang biasanya muncul di Bondowoso adalah penyakit ringan seperti Pink Eye (mata merah muda). Penyakit tersebut semacam belekan pada mata hewan kurban.

Terjadi karena debu yang masuk atau iritasi pada mata selama dalam perjalanan. “Ini karena faktor transportasi saja. Memang bisa menular kalau ditaruh di dalam kandang, tapi tidak mematikan manusia. Hanya menurunkan harga jual saja,” kata Cendy.

Beberapa penyakit lain yang ditemukan adalah, mencret atau diare. Risiko lain yang mungkin terjadi adalah, hewan ternak yang terkontaminasi bahan-bahan plastik, dan masih berwujud di dalam organ pencernaannya.

Lihat juga...