hut

IESR – AMAN Beri Pelatihan Para Guru di Ende

Editor: Koko Triarko

ENDE – Guru merupakan garda terdepan dalam pembentukan karakter anak bangsa, agar menjadi bangsa yang beradab dan bangsa yang maju. Dari tangan para guru, cita-cita mulia bangsa ini diteruskan.

Hal tersebut disampaikan Mansyur Ridho, Trainer dan Konsultan Pendidikan dalam pelatihan para guru yang diadakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR), bekerja sama dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga, di SDK Boafeo, Kabupaten Ende, Kamis (22/8).

“Guru PAUD, SD, maupun SMP merupakan fondasi awal pembentukan karakter anak-anak yang akan menjadi pemimpin bangsa ini,” sebut Mansyur Ridho, Kamis (22/8/2019).

Sehingga, para guru dituntut untuk memberikan atau mengajarkan hal-hal positif yang mengubah karakter anak dalam menentukan masa depannya.

Menurutnya, harta benda bisa diperoleh melalui usaha, tetapi karakter seseorang tidak bisa dibentuk secara instan. Semua itu akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan dimulai sejak dini. Inilah tugas mulia bapak ibu guru.

“Para guru ini terlihat haus akan pelatihan-pelatihan yang mencerahkan. Terbukti dari konsep pelatihan, fasilitasi yang saya lakukan, mereka antusias sekali dan mengambil pelajaran positif yang sangat berarti bagi mereka dalam mengembangkan sistem pengajaran di kelas,” sebutnya.

Menurut Ridho, dalam pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini antusiasme para guru sangat besar. Sehingga diharapkan mereka  dapat menerapkannya dalam proses belajar mengajar di sekolahnya masing-masing.

Trainer muda yang andal ini berharap, ke depan jika ada pelatihan-pelatihan lainnya untuk para guru, maka dapat dilakukan praktik secara langsung.

“Dengan pelatihan secara langsung, para guru mudah menerapkannya dan anak didiknya pun mudah memahami pelajaran yang diajarkan. Metode pelatihan yang sering terjadi selama ini monoton dilakukan dengan ceramah yang sesungguhnya kurang dipahami para peserta,” ungkapnya.

Dalam pelatihan ini, jelas Mansyur, ada  tindaklanjutnya agar para guru lebih holistik ketika menerapkan di sekolah masing-masing. Pihaknya berharap, para guru yang telah mengikuti pelatihan ini mampu mengubah metode pengajaran yang konvensional ke metode-metode kreatif.

Menurutnya, metode krestif dapat memfasilitasi anak-anak untuk memacu pertumbuhan daya pikirnya menjadi lebih maju.

“Para guru juga diharapkan dapat memanajemen kelasnya yang selama ini masih menggunakan pendekatan reward dan punishment,  diganti dengan disiplin positif, yang akan mengajarkan perilaku anak menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan Ende, Markus Keta, yang turut hadir dalam kegiatan pelatihan ini, mengaku sangat mendukung adanya pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat untuk memberikan bekal keterampilan, sikap dan kompetensi bagi para guru. Sehingga para guru dapat belajar dari pelatihan yang diperolehnya.

“Saya akui adanya keterlambatan informasi bagi sekolah-sekolah yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten, sehingga pelatihan-pelatihan seperti yang dilakukan IESR dan AMAN saat ini sangat membantu,” sebutnya.

Markus menambahkan, pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengajar, apalagi dengan Kurikulum 2013 (K-13) yang memiliki banyak perubahan dalam metode pengajaran.

Dirinya mengakui, pelatihan bagi para guru sesungguhnya bagian dari tugas dan kewenangannya dalam meningkatkan kompetensi seorang guru. Namun, saat ini dapat difasilitasi oleh IESR dan AMAN, sehingga pihaknya sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi.

Lihat juga...