hut

Imigrasi Palu Giatkan Koordinasi Pengawasan WNA

Imigrasi, ilustrasi -Dok: CDN

PALU — Kantor Imigrasi Palu terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak terkait di daerah itu untuk memaksimalkan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palu, Sunaryo, Senin membenarkan pihaknya terus berupaya bersinergi dengan semua anggota timpora (tim pengawasan orang asing) yang ada di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng guna meningkatkan pengawasan bagi warga negara asing (WNA) yang masuk ke wilayah ini.

“Baru-baru ini kami melakukan rapat koordinasi dengan timpora yang ada di Kabupaten Buol dan Tolitoli,” kata dia.

Menurutnya, koordinasi perlu terus dibangun bersama seluruh anggota timpora kabupaten/kota mengingat Sulteng merupakan daerah yang cukup luas dan memiliki geografi dan topografi yang cukup unik sulit untuk dijangkau.

Jarak antara satu kabupaten dengan lainnya cukup berjauhan hingga mencapai ratusan kilometer. Misalkan dari Palu menuju Kabupaten Poso saja sekitar 280 km, sedangkan dari Palu menuju Kabupaten Toli-Toli dan Buol sekitar 600an km.

Karena itu, kehadiran timpora sangat dibutuhkan guna memaksimalkan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di setiap daerah.

Makanya, kata dia, perlu adanya koordinasi untuk menyamakan persepsi dan juga tugas dan tanggungjawab dari semua anggota yang tergabung dalam timpora baik di tingkat provinsi sampai kabupaten. Bahkan sampai tingkat kecamatan, jika memang timpora sudah ada di kecamatan.

Dia mengaku hingga kini tinggal satu daerah di Sulteng yakni Kabupaten Sigi yang belum terbentuk timpora.

Untuk kabupaten lainnya, seperti Buol, Tolitoli, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Parigi Moutong, Donggala dan Kota Palu, semuanya sudah ada timpora.

Bahkan di Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, lanjut Sunaryo semua kecamatan sudah terbentuk timpora.

Ke depan, akan dibentuk timpora di kecamatan, namun dilihat dulu dari potensi dan keberadaan orang asing. “Kita akan prioritaskan wilayah-wilayah yang banyak didatangi orang asing,” ujar Sunaryo yang juga Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Palu itu. [Ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!