hut

Insaf, Mantan Pehobi Sabung Ayam Sukses Budidayakan Ayam Birma

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Seorang pemuda asal Dusun Sumber, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Ari Haryono (30) sukses mengembangkan usaha budidaya ayam Birma di pekarangan rumahnya.

Berawal dari hobi, Ari bahkan mampu menjual anakan ayam Birma miliknya ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri, dengan keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Mungkin tak ada yang mengira, jika kesuksesan Ari dalam beternak itu justru bermula dari kebiasaan buruknya mengikuti judi sabung ayam yang pernah membuatnya merasakan masuk penjara.

“Sejak dulu saya memang suka pelihara ayam aduan untuk dibuat taruhan. Bahkan saya pernah sampai berurusan dengan pihak kepolisian. Namun justru karena hal itu saya bisa insyaf, dan memulai usaha ternak ini,” katanya, Selasa (20/8/2019).

Berbekal pengetahuan dan pengalamannya menangani ayam aduan, Ari pun mencoba membudidayakan ayam Birma yang dikenal banyak disukai para pehobi ayam. Ia bahkan mendatangkan langsung ayam asal Myanmar itu untuk ia ternakkan di rumahnya.

“Karena tak mau lagi tersangkut urusan hukum saya pun memilih jadi peternak. Karena saya lihat potensi pasarnya cukup luas. Untungnya juga lumayan. Apalagi saat itu, sekitar tahun 2008 belum banyak peternak ayam Birma di Yogya,” ungkapnya.

Memanfaatkan pekarangan samping rumahnya, Ari memelihara Ayam Birma berbagai jenis. Seperti jenis Gostan, Pama, Mangon, Peruvian hingga Philippines.

Memiliki sejumlah indukan, ia pun rutin menjual anakan ayam Birma berbagai usia hingga ke berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan hingga ke Thailand.

“Awalnya saya hanya beli 2 ekor ayam Birma. 1 jantan dan 1 betina. Umurnya 4 bulan. Ayam itu saya beli dari Malaysia lewat seorang teman. Harganya saat itu masih mahal Rp1,7-2 juta per ekor. Dari sepasang ayam itulah saya kembangkan menjadi banyak sampai sekarang,” katanya.

Kini Ari mengaku memiliki sedikitnya belasan pasang indukan ayam Birma. Setiap bulan ia mampu menghasilkan sekitar 30-40 anakan. Anakan itu biasanya ia jual dalam beragam usia. Mulai dari umur 3 hari, 3 bulan, 7 bulan hingga ayam dewasa maupun indukan.

“Untuk anakan ayam umur 3 hari harganya sekitar Rp50 ribu. Usia 3 bulan sekitar Rp150 ribu, usia 7 bulan sekitar Rp850 rb-1 juta sedangkan harga indukan bisa sampai Rp5 juta per ekor baik jantan atau betina,” ungkapnya.

Menurut Ari, tingginya harga jual ayam Birma selama ini dikarenakan banyaknya pehobi ayam yang menyukai gaya bertarung ayam tersebut. Meski bertubuh lebih kecil dibandingkan ayam Bangkok, namun ayam Birma dikenal memiliki gaya bertarung yang khas.

“Jadi ayam-ayam Birma ini saya jual untuk calon indukan atau bahan silangan ayam petarung. Biasanya yang beli ya para pehobi ayam hias. Baik untuk klangenan ataupun untuk kontes. Karena seperti hobi burung berkicau, ayam juga ada kontesnya. Bahkan hingga tingkat internasional,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com