hut

Jamkesda Lindungi Berobat 5.510 Warga Miskin di Mukomuko

MUKOMUKO  – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencatat  5.510 warga miskin di daerah ini masih aktif berobat menggunakan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang terintegrasi dengan BPJS kesehatan.

Jumlah warga miskin yang berobat menggunakan program jamkesda yang terintegrasi dengan BPJS kesehatan tersebut berkurang dari kuota yang ditetapkan oleh pemerintah setempat 5.573 orang.

“Setiap bulannya ada saja yang keluar sehingga jumlah warga yang berobat menggunakan jamkesda menjadi berkurang dan yang masih aktif sebanyak 5.510 orang,” ujar Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Elva Elinda, Kamis.

Meskipun pemerintah setempat telah mengalokasikan dana jamkesda yang terintegrasi dengan BPJS kesehatan tahun ini untuk sebanyak 5.573 orang, namun yang dibayarkan tetap penerima yang aktif.

Ia memastikan, anggaran jamkesda yang bersumber dari APBD tahun 2019 ini untuk membayar biaya berobat warga miskin yang aktif menggunakan BPJS kesehatan di daerah ini.

“Yang sudah keluar tidak dibayarkan lagi. Yang dibayarkan oleh pemerintah itu warga miskin yang masih aktif menggunakan kartu BPJS kesehatan untuk berobat di sejumlah fasilitas kesehatan daerah ini,” ujarnya pula.

Sedangkan alokasi anggaran yang bersumber dari APBD untuk biaya berobat sebanyak 5.510 orang warga miskin yang menggunakan program jamkesda tahun ini habis pada bulan Agustus tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Desriani, sebelumnya menyatakan akan melanjutkan program jamkesda yang terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan untuk warga miskin hingga bulan Desember tahun ini.

“Program jamkesda untuk ribuan warga yang tergolong ekonomi miskin di daerah ini dilanjutkan lagi hingga bulan Desember tahun ini,” ujarnya.

Pemerintah setempat tahun ini mengalokasikan dana sebesar Rp1,1 miliar dalam APBD untuk biaya berobat sebanyak 5.573 orang warga miskin yang menggunakan Jamkesda, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 miliar.

Ia mengatakan, kekurangan dana berobat ribuan orang warga miskin di daerah ini untuk tiga bulan ke depan rencananya menggunakan dana tambahan yang bersumber dari APBD perubahan tahun ini. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!