hut

Jelang Libur Iduladha, Pokdarwis Ragom Bersihkan Pantai Belebuk

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Keberadaan sampah di Pantai Belebuk, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, didomiasi plastik dan kayu. Saat ini terlihat terjadi penambahan jumlah sampah yang bereserakan di lokasi tersebut.

Rahmat, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau Desa Totoharjo,Kecamatan Bakauheni,Lampung Selatan pengelola pantai Belebuk – Foto Henk Widi

Rahmat, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau menyebut, volume sampah sering bertambah saat musim angin sedang melanda. Lokasi Pantai Belebuk, berpotensi mendapat kiriman sampah saat terjadi angin Selatan, Barat dan Timur.

Upaya pembersihan dilakukan secara. Sementara saat ini, menjelang libur hari raya Iduladha, kawasan tersebut kembali dibersihkan oleh waga. Hal itu dikarenakan, saat liburan, Pantai Belebuk ramai dikunjungi wisatawan.

“Sampah yang ada di sekitar pantai diantaranya sampah plastik serta kayu yang tidak dimanfaatkan langsung dibakar, sementara sampah yang bisa dimanfaatkan untuk hiasan oleh anggota Pokdarwis dimanfaakan, mengikuti hasil pelatihan pengolahan sampah,” ungkap Rahmat kepada Cendana News, Rabu (7/8/2019).

Rahmat menyebut, sampah kiriman di Pantai Belebuk adalah sampah kiriman tersebut dari sungai Sumber Muli dan Sungai Kepayang. Selain dari sungai, sampah juga terbawa arus laut yang terdampar. “Selama kemarau dua bulan terakhir sampah dari sungai minim karena sebagian sungai kering, sebaliknya sampah dari perairan lebih banyak,” ungkap Rahmat.

Pembersihan Pantai Belebuk dilakukan bantuan dari Dinas Pariwisata Provinsi Lampung. Juga diberikan imbauan kepada pengunjung, agar menjaga kebersihan yang dilakukan dengan pemasangan baner di sejumlah titik pantai Belebuk.

Juga dilakukan penambahan sejumlah saung bambu bagi wisatawan, yang dilengkapi dengan kotak sampah. Salah satu solusi meminimalisir sampah di perairan, kepada pengunjung dilakukan pendataan barang bawaan. “Kami semakin ketat untuk menjaga lingkungan pantai bebas dari sampah, sebab sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab Pokdarwis namun juga pengunjung,” pungkas Rahmat.

Lihat juga...