hut

Jember Fashion Carnival 2019 Memikat Banyak Kalangan

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Jember Fashion Carnival (JFC) merupakan iven karnaval dunia yang menjadi agenda tahunan di Kabupaten Jember. Berbagai talenta dengan beragam busana kreasi generasi Kabupaten Jember tampil mengangumkan, hingga mengundang kalangan media, fotografer dan pemerhati dari seluruh penjuru dunia.

Seperti yang diselenggarakan pada 1-4 Agustus 2019, dengan start catwalk di Alun-alun Jember dan finish catwalk di GOR, menempuh jarak sekitar dua kilometer, tidak lepas dari pandangan penonton baik dari berbagai kota di Indonesia, maupun pemerhati dari manca negara yang hadir pada setiap momen tersebut.

Menurut Bupati Jember, Faida, ketika menghampiri para talent JFC Kids, khususnya para talent Smile World, sebelum beraksi di catwalk, karnaval yang telah memiliki brand internasional ini tidak meninggalkan peran sebagai karnaval inklusi yang terbuka untuk semua orang, berapa pun usianya, maupun apa pun suku dan agamanya.

“Meskipun inisiator sekaligus President JFC Dynand Faris, wafat, namun karyanya tetap berkibar, semangat JFC masih menggelora. Saya bangga, karena JFC menjadi karnaval yang inklusi dan terbuka untuk semuanya. Bagi saya, Mas Dynand memang telah tiada, tapi JFC bukan hanya milik Mas Dynand, tetapi milik Jember, milik Indonesia dan milik semua,” tutur Faida, Sabtu (3/8/2019).

Bupati Jember, Faida, berpose dengan para peserta JFC Kids saat unjuk kebolehan dan kreativitas dalam iven Smile World JFC ke-18 di Alun-alun Jember, Sabtu (3/8/2019) -Foto: Kusbandono

Menyikapi iven akbar JFC tersebut, Komandan KODIM 0824/Jember, Letkol Inf. Arif Munawar, menerangkan, bahwa iven seperti itu merupakan iven kreatif yang harus didukung bersama, dan pihaknya siap mengamankan bersama kepolisian hingga di akhir acara. “Bayangkan dengan digelarnya iven tersebut, pandangan mata tertuju di Jember, karena iven tersebut merupakan iven internasional dan menjadikan Jember sebagai salah satu kota karnaval dunia,” kata Arif.

Letkol Inf. Arif Munawar menegaskan, bahwa KODIM 0824/Jember adalah bagian dari masyarakat, sehingga kebanggaan masyarakat Jember juga menjadi kebanggaan KODIM.

“JFC adalah aset masyarakat Jember yang harus kita amankan,” imbuhnya.

Di samping merupakan alternatif yang menjadi destinasi wisata hiburan, JFC mampu merekrut generasi muda Kabupaten Jember untuk berkiprah di industri kreatif.

“Mereka merancang sendiri baju-baju tersebut dan memakainya pada pagelaran-pagelaran seperti ini, dengan pembinaan komunitas JFC tentunya menjadikan tata busananya, sisi estetika dan seni serta tampilannya lebih menarik dan meiliki nilai jual tersendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan, dari sisi itulah korelasi TNI dalam mewujudkan pertahanan dan keamanan dengan ikut mendorong dan memberdayakan kearifan budaya lokal daerah, menjadikan bagian dari aset daerah yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat Jember, dengan meningkatnya perekonomian masyarakat.

“Ini dapat meningkatkan keamanan yang menjadi bagian dari TNI khususnya KODIM 0824/Jember, dalam menjadikan potensi wilayah dan kondisi masyarakat menjadi potensi pertahanan negara, selaras dengan tujuan pembinaan teritorial,” pungkas Dandim 0824/Jember.

Lihat juga...