hut

Kafe Tanjung Watukrus di Bola Kian Bersinar

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Cuaca panas dan hawa laut yang menyengat, tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berwisata. Kafe Tanjung Watukrus, adalah objek wisata yang saat ini ramai dikunjungi warga Kabupaten Sikka.

Tak hanya warga lokal, objek wisata tersebut juga ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. “Tempatnya bagus dan indah. Kita bisa bersantai sambil memandangi laut dari ketinggian. Saat air laut pasang kita bisa melihat langsung hantaman gelombang di batu karang,” kata salah satu pengunjung, Patrisius Nong, warga Sikka, Minggu (25/8/2019).

Keberadaan Tanjung Watukrus, diketahui setelah viral di media. “Lumayan kita bisa rehat dan melepas penat sambil memandang laut selatan Flores yang ganas. Tempatnya luar biasa bagus karena didirikan di atas batu karang,” ungkapnya.

Di Tanjung Watukrus, pengunjung bisa berjalan di bebetauan pesisir pantai saat air surut. Pemandangan masyarakat pencari ikan dan kerang saat air laut surut, terlihat jelas.

Vinsensius Ferer pemilik tempat wisata Kafe Tanjung Watukrus, saat ditemui Cendana News, Minggu (25/8/2019) – Foto :Ebed de Rosary

Vinsensius Ferer pemilik Kafe Tanjung Watukrus menyebut, Dirinya tertarik membuat tempat wisata tersebut karena terinspirasi tempat wisata Tanah Lot, Bali. “Saya lihat tebing-tebing karang di Pantai Bola bisa dimanfaatkan menjadi pondok wisata. Saya pahat tebing dan membuat jalan ke lokasi sejauh sekira 200 meter,” ungkapnya.

Setelah itu, dengan memanfaatkan bambu untuk membuat tangga, melengkapi keberadaanya tempat wisata tersebut. Tali untuk mengikat bambu dipakai dari ijuk, karena semua bahan yang dimanfaatkan harus alamiah. “Saya buat tempat wisata ini sendirian selama tiga tahun. Kalau ada waktu, saya beli semen dan buat penahan di sekeliling batu karang. Harus ada pagar pembatas, agar pengunjung tidak jatuh ke laut,” ungkapnya.

Tanah dari bukit di sebelah utara batukarang, digali dan ditimbun di atas batu karang. Lalu tanah tersebut diratakan sehingga ada tiga susun. “Bagian atas di lantai tiga, saya padatkan dan ratakan. Saya bangun empat lopo lengkap dengan meja dan kursi sebagai tempat bersantai bagi para pengunjung. Kamar mandi dan WC saya pahat tebing sehingga berada di dalam tebing semacam gua,” tuturnya.

Sejauh, sudah banyak masyarakat yang datang berkunjung ketempat wisatanya setiap sore. Kalau hari Sabtu atau Minggu atau hari libur, banyak pengunjung yang datang. “Saya juga siapkan makanan dan minuman, karena sebelumnya juga saya membangun rumah makan di dekat jalan raya. Biasanya menu untuk pengunjung saya siapkan singkong dan pisang goreng serta kopi dan teh,” paparnya.

Berkat usahanya tersebut, kini dirinya mulai mendapatkan pendapatan yang lumayan. “Lumayan sekali, hampir setiap hari ada saja pengunjung yang datang. Saya juga sedang berencana membuat pondok penginapanan di atas bukit dengan menggunakan kayu kelapa dan atap ilalang bagi pengunjung untuk menginap,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!