hut

Kapolres Lamsel: Kasus Penyelundupan Daging Celeng, Naik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Polres Lampung Selatan melalui Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) gagalkan penyelundupan daging celeng tanpa dokumen.

Kapolres Lamsel, AKBP Muhamad Syarhan menyebut penyelundupan kerap gunakan kendaraan ekspedisi. Modus tersebut diakuinya dipakai untuk mengirim daging celeng tanpa dokumen asal Sumatera tujuan pulau Jawa.

Berdasarkan catatan Polres Lamsel, KSKP Bakauheni mengamankan total sebanyak 3250 kilogram daging celeng sepanjang 2018.

Jumlah tersebut diakuinya diamankan dari sebanyak 2 kasus dan diamankan sebanyak 32 karung (koli). Penyelundupan diakuinya meningkat pada tahun 2019 dengan sebanyak 12.000 kilogram daging celeng diamankan. Jumlah kasus sebanyak 7 kasus dengan 44 koli daging berhasil diamankan.

Peningkatan ungkap kasus penyelundupan daging celeng disebutnya berkoordinasi dengan Balai Karantina Pertanian (BKP) Lampung. Sebagai upaya meminimalisir penyelundupan, Polres Lamsel disebutnya terus melakukan razia rutin di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Muhamad Syarhan (kanan) berbincang dengan Monang (kiri) pengemudi truk ekspedisi B 9078 UEU pembawa daging celeng asal Sumatera Selatan, Senin (19/8/2019) – Foto: Henk Widi

Razia disebutnya dilakukan untuk meminimalisir penyelundupan barang tanpa dokumen.

“Sesuai standar operasional prosedur setiap kendaraan yang akan menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni diperiksa untuk mengecek barang bawaan, salah satunya komoditas daging celeng yang dalam dua tahun terakhir alami peningkatan,” ungkap AKBP Muhamad Syarhan di KSKP Bakauheni, Senin (19/8/2019).

Terakhir, Kapolres Lamsel menyebut KSKP Bakauheni mengamankan sebanyak 4000 kilogram daging celeng tanpa dokumen pada Minggu (18/8). Daging celeng tanpa dokumen tersebut diamankan dari dua kendaraan mobil truk box bernomor polisi B 9078 UEU dan truk box bernomor polisi B 9219 UYY.

Kedua kendaraan ekspedisi tersebut diamankan KSKP Bakauheni karena terbukti membawa sebanyak 40 koli daging celeng.

Berdasarkan pengakuan sopir truk B 9078 UEU bernama Monang dan Erikjen Siregar sopir truk B 9219 UYY, keduanya membawa daging celeng asal Banyuasin,Sumatera Selatan. Atas perintah seseorang bernama Labas, keduanya dijanjikan upah sebanyak Rp8 juta untuk membawa daging celeng tersebut ke Jati Asih,Bekasi Jawa Barat.

Namun saat tiba di area pemeriksaan pelabuhan Bakauheni kedua truk diamankan di pelabuhan Bakauheni.

Koordinasi dengan karantina Bandarlampung disebut Kapolres terus dilakukan. Setelah proses pengamanan barang bukti, daging celeng langsung diserahkan ke pihak karantina  untuk penyelidikan.

Pelaku penyelundupan daging celeng disebutnya terancam dengan pidana sesuai dengan UU No 16 Tahun 1992 pasal 6 ayat a dan c pasal 9 ayat 1 junto pasal 31 ayat (1) dan (2) Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman pidana 3 tahun dan denda Rp150 juta.

A.A Oka Mantara, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan BKP Kelas I Bandarlampung, menyebut kasus pengiriman daging celeng sebagian sudah masuk tahap pengadilan.

A.A Oka Mantara, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan BKP Kelas I Bandarlampung dengan barang bukti daging celeng hasil tangkapan KSKP Bakauheni, Senin (19/8/2019) – Foto: Henk Widi

Sebagian pelaku yang sudah diamankan akibat menyelundupkan daging celeng tanpa dokumen sebagian dipidana dengan hukuman 2 tahun penjara. Ia menyebut sosialisasi telah dilakukan agar pengiriman daging celeng disertai dokumen.

“Dokumen yang harus dilengkapi diantaranya sertifikat veteriner, izin dari instansi terkait wilayah asal, tidak memakai alat angkut sesuai aturan serta tidak melapor ke karantina,” beber A.A Oka Mantara.

Sesuai aturan pengiriman daging harus mempergunakan alat berpendingin (cold storage). Namun dalam beberapa kasus pelaku mempergunakan kendaraaan ekspedisi tanpa alat pendingin.

Sebab daging yang tidak berpendingin apabila dikonsumsi tidak sesuai dengan standar kesehatan masyarakat veteriner yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Selain itu pengiriman daging celeng berpotensi disalahgunakan untuk bahan makanan jenis bakso.

Sopir kendaraan truk bernomor polisi B 9078 UEU bernama Monang mengaku, ia dan rekannya diupah Rp8 juta. Upah untuk keduanya merupakan jasa angkut barang bawaan asal Sumatera Selatan tujuan Bekasi.

Sebab kendaraan ekspedisi pengangkut barang kelontongan asal Jakarta tujuan Medan dalam kondisi kosong saat kembali. Ia mengaku tidak mengetahui barang yang diangkut merupakan daging celeng.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com