Karhutla yang Ditangani Polisi Tembus 100 Perkara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (tengah) tengah menyemprotkan titik api yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, Selasa (13/8/2019) – Foto Ant

JAKARTA – Kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, yang ditangani pihak kepolisian bertambah menjadi 100 perkara. Tecatat dari jumlah tersebut, ada 87 tersangka, yang salah satunya korporasi.

“Total semua kasus menjadi 100 tentang karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) yang ditangani Polda Riau, Jambi, Kalbar dan Kalteng. Sumsel dan Kalsel masih nihil,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Polda Riau telah menetapkan PT SSS, sebagai tersangka kasus karhutla. Perusahaan tersebut dinilai lalai, sehingga menyebabkan kebakaran seluas 150 hektare di Pelalawan. Meski belum terdapat tersangka individu dari PT SSS, lima orang saksi telah diperiksa untuk kasus yang melibatkan korporasi itu. Untuk izin penguasaan lahan, Dedi Prasetyo menyebut tergantung vonis dan kesalahan perusahaan tersebut.

Apabila terbukti lalai, akan dievaluasi izin penguasaan lahannya oleh pemerintah daerah. Sementara untuk polda lain, belum menetapkan korporasi sebagai tersangka karhutla. “Di Kalbar belum ditemukan korporasi karena kelalaian atau unsur kesengajaan, baik di hutan dan lahan,” tutur Dedi Prasetyo.

Ada pun pelaku individu dari total 86 tersangka itu, 16 di antaranya sudah dilimpahkan tahap dua ke kejaksaan. Pelaku individu disebutnya, membakar hutan untuk bercocok tanam mau-pun membuka kebun sawit. Dedi Prasetyo menyebut, terdapat penurunan titik panas di enam provinsi tersebut. Dari 1.064 titik panas pada Rabu (14/8/2019) menjadi 1.058 titik panas pada Kamis (15/8/2019). (Ant)

Lihat juga...