hut

Kaya Protein, Wagub NTB Ajak Gemar Makan Ikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak masyarakat bisa gemar makan ikan, mengingat ikan kaya  protein  bagi pertumbuhan, khususnya bisa meningkatkan kecerdasan anak.

“Kita tahu betul ikan itu banyak gizinya. Ada proteinnya, ada omega tiga, bermanfaat bagi kesehatan jantung, kesehatan pembuluh darah, menurunkan potensi kanker juga, untuk meningkatkan kecerdasan tentunya,” kata Rohmi di Mataram, Rabu (7/8/2019).

Dengan melihat manfaat yang demikian besar, lanjut Rohmi, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak makan ikan. Bahkan  seluruh ibu di NTB  paham manfaat yang diperoleh apabila sering makan ikan. Memperolehnya pun tidak terlalu sulit.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak warga NTB gemar makan ikan, Rabu (7/8/2019) – Foto: Turmuzi

Rohmi menambahkan, berdasarkan data Pemprov NTB tingkat konsumsi ikan masyarakat NTB tahun 2018 berada pada level 38,2 kg per kapita. Meski meningkat dibanding tahun sebelumnya, sekitar 35,49 kg per kapita, namun masyarakat NTB perlu diberikan pemahaman agar senantiasa senang dan gemar makan ikan.

“Secara nasional, NTB berada di posisi tengah untuk kegemaran makan ikan. Daerah tertinggi konsumsi ikan adalah Provinsi Maluku dengan tingkat konsumsi sekitar 70 kg per kapita,” katanya.

Ditambahkan, dengan melihat tren yang semakin hari semakin baik, masyarakat NTB semakin sadar manfaat mengonsumsi ikan. Rohmi mengajak semua pihak untuk bersinergi dan bekerjasama menggerakkan masyarakat agar mau mengonsumsi ikan.

“Tidak hanya dilakukan oleh Forikan dan Dinas Perikanan serta Kelautan saja. Namun, seluruh elemen, seperti tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh budaya, tokoh wanita dan seluruh pengurus organisasi di NTB,” ungkapnya.

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, menjelaskan, akan menyiapkan sejumlah langkah agar masyarakat NTB gemar makan ikan.

Ia mengungkapkan masyarakat perlu diberikan penyadaran agar produksi ikan yang melimpah di NTB bisa dikonsumsi dan dinikmati oleh masyarakat dengan melakukan kampanye gemar makan ikan.

“Masyarakat NTB kadang masih belum paham kenapa harus mengonsumsi ikan. Bahkan katanya, nelayan pun jarang makan ikan. Sebab, ikan hasil tangkapan itu, dijual dan sering dibelikan makanan yang murah serta instan, seperti mie instan,” katanya.

PKK menargetkan dalam waktu lima tahun ke depan, masyarakat NTB sudah menjadikan ikan sebagai kebutuhan sehari-hari. Sehingga posisi NTB untuk konsumsi ikan bisa masuk di angka sepuluh besar.

Lihat juga...