hut

Keceriaan dan Harapan Anak-anak Pencari Suaka di Penampungan

Keceriaan anak-anak pencari suaka saat berswafoto di tempat penampungan bekas Kodim Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2019). -Foto: Antara/Shofi Ayudiana

JAKARTA — Puluhan anak-anak pencari suaka tampak ceria merayakan Hari Raya Idul Adha meski berada di tempat penampungan yang berlokasi di bekas Kodim Kalideres Jakarta Barat, Minggu (11/8/2019).

Maryam (10) putri dari Syakila (40), pengungsi asal Afganistan sudah tinggal di Indonesia selama empat tahun, terlihat belum mandi tapi tak melunturkan wajah manisnya, tiba-tiba menghampiri Antara yang sedang bertugas di lokasi.

Beberapa anak lainnya ada yang masih tertidur, sarapan pagi di tenda dan ada juga yang tampak asyik bermain bola di depan gedung sambil sesekali tertawa terbahak-bahak saat bolanya masuk ke dalam selokan.

Kondisi ini tampak kontras dengan anak-anak warga sekitar lainnya yang ikut melaksanakan salat Idul Adha, Maryam terlihat berkeliling di sekitar tenda pengungsian sambil sesekali menyunggingkan senyumnya.

“Aku tadi salat di tenda sana,” kata Maryam sambil menunjuk tendanya yang berada di ujung gedung.

Maryam yang cukup fasih berbahasa Inggris, mengatakan ia cukup senang bisa tinggal di tempat penampungan, dan bertemu teman-teman baru setelah sebelumnya tinggal di depan Kantor Imigrasi, Jakarta Barat.

Ia bahkan menceritakan tentang kerinduannya untuk bisa bersekolah lagi seperti waktu di kampung halamannya. Maryam sempat mengenyam pendidikan selama dua tahun. Kemampuan Bahasa Inggrisnya pun ia miliki saat bersekolah di Afganistan. “Sepatumu mirip sepatu sekolahku,” kata Maryam sambil tersenyum.

Seperti halnya Maryam, Maisya (9) pengungsi asal Sudan juga terlihat bergembira menyambut kedatangan di sana. Ia pun tak canggung untuk mengajak bermain dan berbincang.

Meskipun tidak dapat merayakan Idul Adha, sepanjang hari wajah mereka selalu menampilkan senyuman saat mengobrol bersama teman-temannya sesama pencari suaka.

“Aku senang ada kakak datang ke sini,” kata Maisya dalam Bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Di tempat penampungan itu dengan kondisi prihatin dan serba keterbatasan, Maryam, Maisya, serta anak-anak pencari suaka mengisi hari-harinya dengan bermain bersama, tertawa, dan bercengkrama satu sama lain.

Total jumlah pengungsi yang menempati tempat tersebut sebanyak 1.127 orang, terdiri atas 851 orang dewasa, dan 276 anak-anak.

Harapan mereka hanyalah bisa segera mendapatkan negara dan rumah baru agar bisa kembali belajar, bersekolah, dan hidup layak. “Terima kasih sudah datang ke sini dan mengobrol dengan kami,” kata Maryam. (Ant)

Lihat juga...