hut

Kejaksaan Agung Amankan Buronan ke-116

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, berhasil mengamankan dan menangkap buron terpidana Muh. Arasy yang selama ini menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Terpidana Arasy terjerat kasus korupsi di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.

“Muh. Arasy (48) yang merupakan DPO dari wilayah Kejaksaan Negeri Palu, Sulawesi Tengah, ditangkap di daerah Perumnas Sudiang, Perbatasan Makassar Maros, Sulsel, pada Jumat (30/8/2019). Ini adalah program Tangkap Buron (TABUR ) 31.1 dan merupakan TABUR ke-116,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri, kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Mukri menyebutkan, Terpidana Muh. Arasy terjerat kasus korupsi ketika menjabat selaku kuasa usaha CV. Karya Mentari. Dalam pelaksanaan dana bantuan langsung ( Block Grant) bagi sekolah madrasah pada lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Tengah sebagai pihak yang melaksanakan pengadaan buku bahan ajar dan buku perpustakaan tahun anggaran 2006-2007.

“Tentu dengan tertangkapnya Terpidana Muh. Arasy menambah daftar buronan yang tertangkap sepanjang tahun 2019 ini. Dan ini sesuai dengan instruksi dari Jaksa Agung setiap kejaksaan Tinggi menangkap buron minimal satu setiap bulan,” ungkapnya.

Kapuspenkum menjelaskan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung R.I. Nomor : 415 K/Pid.Sus/2017 tanggal 13 September 2017 menjatuhkan hukuman atas Muh. Arasy dengan vonis 4 tahun penjara dan pidana denda Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsider 6 bulan kurungan serta pidana tambahan membayar uang pengganti Rp100.340.250,- (seratus juta tiga ratus empat puluh ribu dua ratus lima puluh rupiah).

“Terpidana Muh. Arasy langsung dibawa oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Tim Kejari Maros menuju ke Kejaksaan Negeri Palu. Untuk selanjutnya dibawa menuju Lapas Kelas I Palu  menjalani masa hukumannya,” sebutnya.

Lihat juga...