Kejari Tahan Dua Tersangka PNS Setda Indragiri Hulu

Editor: Makmun Hidayat

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri, di ruang kerjanya, Jumat (30/8/2019). Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Mukri menyebutkan Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu di Rengat, Riau melakukan penahanan terhadap dua tersangka berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dalam dugaan korupsi.

Korupsi tersebut berasal dari Belanja Makanan dan Minuman sebesar Rp700.333.000, dan Biaya Pemondokan Khafillah (14 kecamatan) sebesar Rp210.000.000, saat penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten yang dikelola oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun Anggaran 2017.

“Kedua tersangka tersebut, yakni berinisial AJ (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kab. Indragiri Hulu) dan tersangka berinisial S menjabat sebagai staff Bagian Administrasi Pembangunan Setda Indragiri Hulu selaku PPK dalam Belanja Makanan dan Minuman Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten tahun anggaran 2017,” kata Mukri di Kejagung, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Dengan perbuatan tersebut, kata Mukri, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Saat ini kedua tersangka langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II.B Rengat untuk menjalani penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan, terhitung mulai tanggal 26 Agustus 2019,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejari menyebutkan penahanan dilakukan guna mempermudah proses penyidikan yang dilakukan pihaknya. Selanjutnya, keduanya akan dititip di Rutan Kelas IIB Rengat untuk 20 hari ke depan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 21 ayat (1) KUHAP, dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Sebelum dilakukan penahanan, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap keduanya dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Dalam waktu dekat, penyidikan perkara ini diyakini rampung. Selanjutnya akan dilakukan pelimpahan penanganan perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II.

Dari informasi yang dihimpun, perbuatan kedua tersangka ini dengan melakukan penggelembungan dana konsumsi makanan dan minuman untuk peserta MTQ, qori dan qoriah. Dari hasil penyidikan diketahui kerugian negara mencapai Rp313 juta.

Lihat juga...