hut

Kekeringan, Dua Desa Ini Kesulitan Air Bersih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Warga di dua desa wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan air bersih akibat dilanda kemarau panjang selama lima bulan terakhir.

Dua Desa tersebut, Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi dan Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara. Warga dua desa itu mengaku mandi dengan air warna sudah kuning, sedangkan untuk konsumsi mereka harus beli air galon seharga Rp5000.

“Sampai sekarang belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk air bersih di desa kami. Padahal kami sudah sangat kesusahan mendapatkan air bersih untuk konsumsi seperti minum, masak dan lainnya,”ujar  Siti (58) warga Desa Sukadaya kepada Cendana News, Senin (12/8/2019).

Dikatakan, warga Desa Sukadaya biasanya memanfaatkan air Kali Sasakantir, yang terletak di ujung desa, tapi sekarang air tersebut ikut kering dan sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

Siti, warga desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, memaparkan soal sulitnya air bersih di desanya, Senin (12/8/2019) – Foto: Muhammad Amin

Untuk mandi Siti mengaku keluarganya menggunakan air seadanya, sudah berwarna kuning, dan itu pun pagi baru bisa mendapatkan air di sumur.

Siti berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, bisa menyalurkan bantuan air bersih di Kampung Sukadaya, Kecamatan Sukawangi. Ia mengaku, untuk konsumsi air susah begitu pun sawah tidak bisa bercocok tanam karena kekeringan.

Kekeringan juga dirasakan oleh warga di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, yang berbatasan langsung dengan Desa Sukadaya Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Eman (38) mengaku untuk air bersih di sumur masih ada, tapi saat pagi.

“Itu pun air sangat sedikit dan berwarna kuning sangat tidak nyaman untuk digunakan mandi. Tapi bagaimana lagi, daripada beli mahal Rp5000/galon mending buat minum dan memasak saja,” ujarnya mengaku hal yang sama belum mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Bekasi.

Saat Cendana News mencoba mengunjungi kantor Desa Sukadaya dan Desa Srimahi, Kabupaten Bekasi, kepala desanya tidak ada di tempat. Meskipun masih jam kerja di Kantor Sukawangi tidak terlihat staf pegawai dan pintu gerbang kantor desa tutup.

Hal yang sama terjadi di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, meskipun masih jam kerja, tidak ada satupun staf berada di dalam kantor. Staf kantor desa terlihat berada  duduk nongkrong di bawah pohon, dan kantor desa terbuka lebar, namun saat dikonfirmasi kepala desa dimana mereka menjawab tidak mengetahui, dari pagi tidak berkantor.

Begitu pun saat Cendana News berkunjung ke rumah Kepala Desa Sukadaya, untuk mengkonfirmasi soal kekeringan di desanya, upaya apa yang telah dilakukan, tetapi Kepala Desa juga tidak berada di rumah. Hanya ada ada seorang ibu yang memberi informasi bahwa Kepala desa dari pagi pergi melayat.

 

Lihat juga...