hut

Keluarga Cendana Gelar Haul ke-24 Ibu Tien Soeharto

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Keluarga Cendana menggelar haul ke-24 Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto), dengan mengirim doa surat Yasin dan tahlil. Doa bersama digelar di rumah almarhum Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto, di jalan Cendana Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019) malam. Ibu Tien Soeharto, wafat pada usia 72 tahun, pada 28 April 1996,  bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1416 Hijriah. 

Putri almarhumah, yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto), Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto), serta Indra Rukmana, Danty Rukmana, Muhammad Ali Reza, terlihat khusyuk berdoa.

Begitu juga dengan para kerabat dan tamu undangan, tampak hadir ikut berdoa untuk almarhumah Ibu Tien Soeharto.

Imam Masjid Agung At-Thin, Ustad Syahrir Alibasha, memimpin salat Magrib dan Isya berjemaah, yang dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama.

Sejumlah tamu undangan khusyuk mendoakan almarhumah Ibu Tien Soeharto pada Haul Beliau ke-24 di kediaman Presiden Soeharto di Jalan Cendana Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019) malam. -Foto: Sri Sugiarti

“Malam ini, kita peringati haul ke-24 atas wafatnya almarhumah Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah binti H. KPH Soemoharyomo, Ibu Negara yang sangat bijaksana dan mengayomi rakyat. Semoga almarhumah ditempatkan di Surga Allah SWT,” kata Syahrir, kepada Cendana News.

Lantunan doa terus menggema. Ustad Syahrir mengatakan, doa bersama ini dipanjatkan untuk almarhumah Ibu Tien Soeharto, semoga dosa-dosa atas kesalahan dan kekhilafan Beliau diampuni oleh Allah SWT.

“Doa-doa ini kita panjatkan untuk almarhumah Ibu Tien Soeharto. Semoga dosa-dosa dan amal baik Beliau diterima oleh Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan senantiasa ikhlas dan sabar serta dalam lindungan  Allah SWT,” tandasnya.

Doa bersama ini sebagai wujud pengabdian putra dan putri almarhum Presiden Soeharto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto, sebagai bukti cinta dan bakti kepada orang tua tercinta.

Terpenting lagi, katanya, doa bersama ini sebagai bentuk penghormatan keluarga, kerabat dan masyarakat Indonesia kepada almarhumah Ibu Tien Soeharto, yang telah berjasa dengan ide dan gagasan cemerlangnya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ustad Ainurr Rafiq, Imam Masjid Agung At-Tin, yang hadir memimpin doa, juga mengatakan, Ibu Tien Soeharto adalah sosok Ibu Negara yang rendah hati dan baik.

“Meskipun saya belum bertemu Ibu Tien Soeharto. Karena ketika saya tugas di Masjid At Tin, Beliau sudah wafat. Tapi bagi saya, sosok Ibu Tien Soeharto, sangat rendah hati dan mengayomi rakyat,” kata Ustad Ainurr kepada Cendana News.

Menurutnya, Ibu Tien Soeharto menjadi panutan ibu-ibu. Karena Beliau seorang istri yang rela berkorban mendampingi suaminya, yakni Presiden Soeharto, dalam memimpin bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Ustad Ainur juga menghaturkan doa untuk keluarga besar almarhum Presiden Soeharto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto, agar terus mewujudkan cita-cita Beliau.

“Dari generasi Beliau akan lahir pemimpin bangsa yang bisa meneruskan cita-cita Presiden Soeharto dan Ibu Tien bagi kemakmuran bangsa dan negara,” pungkasnya.

Lihat juga...