hut

Kemarau, Peternak Mulai Kesulitan Pakan Hijauan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Musim kemarau di Lampung Selatan mulai berdampak kepada peternak. Mereka sulit memperoleh pakan hijauan.

Suhadi, pemilik ternak sapi di Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, menyebut, ia harus mencari pakan rumput hijauan, jerami hingga ke kecamatan lain. Saat ini, pakan hijauan yang mudah diperoleh adalah jerami padi. Selain jerami peternak masih bisa mendapatkan rumput hijauan yang tumbuh di tepi aliran air, dan sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Saat kemarau, jarak pencarian pakan hijauan bisa mencapai 10 kilometer dari tempat tinggal. “Kami kerap saling berbagi informasi mengenai sejumlah lahan pertanian yang sedang panen, sehingga bisa mencari pakan secara bersama,” ungkap Suhadi, kepada Cendana News, Senin (12/8/2019).

Suhadi,salah satu pemilik ternak sapi di Desa Canggu,Kecamatan Kalianda,Lampung Selatan mencarikan pakan dari jerami padi – Foto Henk Widi

Pencarian pakan hijauan hingga ke daerah lain membuat Suhari harus mengeluarkan biaya ekstra. Pencarian rumput hijauan haus menggunakan kendaraan roda dua. Bahkan terkadang, menggunakan mobil secara bersama, dengan sejumlah peternak lain.

Peternak lain, Maryoto, mengaku, juga menyebut harus mencapai pakan hijauan hingga keluar kecamatan. Di kemarau ini, Maryoto harus menjual ternaknya, untuk mengurangi beban pencarian pakan. Seekor sapi jenis limousin, dijual Rp18 juta. “Ternak sapi yang berkurang membuat saya lebih ringan dalam mencari pakan, sembari menunggu satu ekor sapi melahirkan,” ungkap Maryoto.

Maryoto menyebut, memelihara sapi menjadi investasi jangka panjang. Oleh karenanya, untuk menjaga pasokan pakan saat kemarau, Dia menanam rumput gajahan.

Lihat juga...