hut

Kementerian PUPR Kabulkan Pembangunan Bendungan Irigasi di Pessel

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, memastikan bahwa usulan masyarakat untuk membangun bendungan irigasi akan dikabulkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR).

Dana yang akan dikuncurkan untuk pembangunan itu sebanyak Rp28 miliar, dan bakal terlaksana pada tahun 2019 ini.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, memaparkan soal pembangunan bendungan yang siap direalisasi pada 2019 ini, Rabu (21/8/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, pembangunan bendungan irigasi itu merupakan harapan masyaratan di Nagari Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan,untuk memiliki bendungan yang bisa memberikan jaminan terhadap 3.000 hektare lahan mereka.

“Tahun 2019 ini pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR mengabulkan permohonan masyarakat Tapan untuk pembangunan Bendungan Irigasi Ampang Tulak. Besar anggaranya Rp 28 miliar, termasuk juga pembangunan saluran irigasinya sepanjang 5 kilometer,” katanya, Rabu (21/8/2019).

Menurutnya, jika pembangunan tersebut tuntas, maka akan ada 3.000 hektare lahan pertanian di kecamatan tersebut bisa melakukan pola tanam hingga rata-rata tiga kali setahun, sebab pengairannya tidak lagi terganggu.

Karena tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat petani di Kenagarian Tapan, sudah berharap pembangunan bendungan irigasi itu dilaksanakan sejak tahun 1996 lalu.

Dikatakannya, sudah cukup lama sekali kondisi irigasi yang bagus diharapkan oleh masyarakat di Tapan. Dengan masa kepemimpinannya di Pesisir Selatan, Hendrajoni menekankan bakal melakukan sebaik mungkin untuk meningkatkan pembangunan yang ada di daerah tersebut.

“Masyarakat sudah lama menanti sebenarnya. Untuk itu kepada masyarakat saya minta agar mendukung pelaksanaan pembangunan, supaya bisa tuntas sesuai dengan target yang direncanakan. Apalagi pengairan merupakan salah satu kunci kesuksesan target produksi padi bisa tercapai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pesisir Selatan, Doni Gusrizal, menjelaskan, pihaknya memang terus meningkatkan kualitas jaringan dan bendungan irigasi di daerah dimaksud.

Upaya yang dilakukan tersebut, juga bertujuan untuk kelangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari lahan sebagai petani benar-benar terjamin.

Menurutnya, di Pesisir Selatan hingga saat ini pihaknya mencatat hanya 57 persen saja daerah irigasi (DI) yang dalam kondisi baik, 28 persen berkondisi sedang, dan 28 persen dengan kondisi buruk.

Artinya, dengan terkabulnya harapan masyarakat melalui pembangunan bendungan Irigasi Ampang Tulak Tapan, berikut jaringannya sepanjang 5 kilometer itu, maka kualitas bendungan dan jaringan irigasi di Pesisir Selatan akan semakin membaik pula.

Selain di Tapan, Doni Guzrizal menyebutkan di tahun 2019 ini sebenarnya ada 9 bendungan dan saluran irigasi yang bakal diperbaiki melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp5,4 Miliar.

Sembilan lokasi tersebut yaitu, di Kecamatan Sutera, Kecamatan Koto XI Tarusan (2 lokasi), Bayang Utara (2 lokasi), dan Kecamatan Lenggayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti serta Kecamatan Batang Kapas, masing-masingnya mendapat satu perbaikan bendungan dan irigasi.

Ia menyebutkan, di sembilan daerah itu merupakan daerah pertanian, sehingga keberadaan bendungan dan irigasi perlu optimal di kawasan tersebut. Kini di antara sembilan lokasi itu telah ada yang sedang dikerjakan, dan ditargetkan rencana ini bisa tuntas hingga akhir tahun 2019 ini.

“Selain menggunakan anggaran DAK Pesisir Selatan, juga mendapat suntikan dana dari APBN sebanyak Rp10 Miliar bersumber dari Bank Dunia. Kendati demikian, proses lelang berada di Balai Wilayah Sungai Sumatera V yang berkantor di Kota Padang. Sedangkan untuk pelaksanaan barulah dilakukan oleh PSDA Pesisir Selatan,” jelasnya.

Doni juga mengatakan, terkait dana perbaikan bendungan dan irigasi yang bersumber dari APBN pelaksanaannya dilakukan untuk daerah Lumpo yaitu untuk 2 Kecamatan IV Jurai, Bantaian Linggo Sari Baganti, Tanjung Durian Lenggayang. Hal yang dilakukan di sana, semuanya adalah irigasi dan bendungan.

Kini, ada satu bendungan yang bakal dilakukan perbaikan. Seperti rencana pembangunan bendungan sawah laweh Kecamatan Koto XI Tarusan dengan anggaran Rp284 Miliar yang bersumber dari anggaran APBN pusat.

“Pembangunan bendungan nantinya, bisa meningkatkan kontinyuitas suplai air pada areal sawah yang sudah ada. Setidaknya masih ada seluas 2.023 hektar yang saat ini masih sawah tadah hujan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan bendungan yang tengah dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Ditjen Sumber Daya Air adalah Daerah Irigasi (DI) Sawah Laweh Tarusan di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, akan dapat membantu para petani, dan masyarakat.

“Ada kurang lebih 18 sungai dengan 11 sungai besar dan 7 sungai kecil yang berada di 15 Kecamatan dan 182 Nagari yang perlu dilakukan perbaikan. Keberadaan bendungan ini, bisa memberikan manfaat kebanyakan orang,” katanya.

Ia menyebutkan melihat pada geografis wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan adalah perbukitan, maka  bendungan cukup vital dan penting untuk membantu para petani, mengairi sawah, perkebunan dan pertanian, serta kebutuhan lainnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!