hut

Keripik Nangka untuk Memberdayakan IRT Desa Mekendetung

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Potensi buah nangka yang banyak terdapat di Desa Mekendetung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT serta desa sekitarnya butuh untuk diberdayakan.

Keberadaanya menjadi sebuah peluang usaha, yang coba ditangkap pemerintah Desa Mekendetung untuk memberdayakan ibu rumah tangga (IRT) desa tersebut. “Kami membimbing dan memberikan pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok Dasawisama,” jelas Kasianus Noeng, Kepala Desa Mekendetung, Minggu (25/8/2019).

Upaya pemberdayaan diawali dengan pemberian pelatihan mengelola keripik nangka. Pembuatan keripik dipilih, agar buah tersebut tidak dijual secara gelondongan. Dengan pengolahan, diyakini bisa memberikan keuntungan yang besar. “Setelah melakukan pelatihan di awal 2019, maka produksi baru dilakukan di Mei lalu. Untuk sementara, pemasaran masih dilakukan di sekitar desa. Lumayan laku terjual,” jelasnya.

Penjualan secara kecil-kecilan di desa mempertimbangkan modal yang masih terbatas. Namun demikian, diharapkan usaha tersebut akan semakin membesar bila IRT yang ikut berusaha semakin banyak. “Semakin banyak kelompok di desa yang memproduksinya semakin bagus, agar bisa memberikan pendapatan tambahan bagi rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Dasawisama Desa Mekendetung, Sisilia Herlis, menjelaskan, kelompoknya terdiri atas 30 anggota. “Kami membeli nangka dari para petani seharga Rp30 ribu hingga Rp50 ribu sebuahnya. Nangka yang dipilih merupakan nangka yang setengah matang dan jangan terlalu matang,” terangnya.

Keripik nangka produksi ibu-ibu rumah tangga kelompom dasawisma desa Mekendetung kecamatan Kangae kabupaten Sikka,NTT.Foto : Ebed de Rosary

Nangka dibelah dan diambil dagingnya. Daging nangka yang sudah dibersihkan dari kulit ari kemudian direndam di dalam air larutan kapur sirih. Perendaman membutuhkan waktu sekira lima jam. Setelahnya, buah dikeringkan dengan cara ditiris, hingga benar-benar kering.

Setelahnya, buah nangka dijemur memanfaatkan panas matahari juga selama lima jam. Setelah itu, panaskan minyak kelapa di wajan hingga mendidih dan lalu masukan nangka untuk digoreng hingga matang. “Angkat nangka tersebut lalu tiriskan di alat peniris hingga minyak benar-benar kering. Masukan nangka ke dalam kanting plastik kemasan sesuai ukuran yang diinginkan,” jelasnya.

Keripik nangka produksi kelompok Herlis dijual Rp25 ribu untuk ukuran setengah kilogram. Ada juga ukuran kecil untuk dijual di kios-kios dengan harga Rp2 ribu perbungkus. “Untuk satu buah nangka seharga Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, kami bisa menghasilkan enam sampai delapan buah bungkus ukuran setengah kilogram. Keuntungan yang diperoleh lumayan ,” tuturnya.

Dalam seminggu, kelompok tersebut bisa memproduksi satu sampai dua kali. Sehingga ada puluhan bungkus ukuran setengah kilogram yang dihasilkan. Modal kelompok berasal dari swadaya anggota dan keuntungannya dipakai untuk menambah modal usaha.

“Kami sekarang masih bekerja secara manual belum menggunakan mesin.Kami kekurangan dana dan mesin untuk memproduksinya. Wadah plastik kami beli di toko. Lumayan sudah banyak yang membeli sehingga kami mau mengembangkan usaha,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com