hut

Kesadaran Warga Melakukan Penghijauan Meningkat

LAMPUNG – Kesadaran masyarakat untuk menanam pohon penghijauan di Lampung Selatan semakin meningkat. Kemarau yang sedang terjadi, tidak mengurangi minat untuk melakukannya.

Adin, salah satu warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebut, permintaan bibit tanaman perkebunan masih tinggi. Permintaan bibit tanaman didominasi tanaman produktif, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan.

Permintaan terbesar dari wilayah Tanggamus dan Pesisir Barat. Jenis pohon produktif yang diminati diantaranya, damar yang dap

Adin, salah satu pekerja di CV Naura Indah Lestari Desa Rawi,Kecamatan Penengahan,Lampung Selatan penyedia bibit tanaman reboisasi dan perkebunan memperlihatkan bibit kemiri, Jumat (2/8/2019) – Foto Henk Widi

at diambil getahnya, kemiri, keluwek, durian, pinang yang diambil buahnya.

Selain bisa dimanfaatkan bagian buah saat produktif, tanaman tersebut bisa diambil kayunya saat sudah tidak lagi produktif. “Sesuai dengan standar dalam pola pembibitan, sejumlah bibit tanaman pohon yang kami sediakan memang memiliki fungsi ekonomi bagi masyarakat namun juga mencegah longsor,menjaga konservasi air terutama musim kemarau,” ungkap Adin kepada Cendana News,Jumat (2/8/2019).

Selain itu, bibit yang sering dipesan secara perseorangan didominasi jengkol dan petai. Selain bisa menjadi sumber penghasilan saat panen, tanaman tersebut ampuh menahan longsor dan menyerap air.

Kesadaran untuk menanam pohon di kawasan rawan longsor diakui Yunus, warga Desa Kelawi. Sejumlah kawasan saat musim kemarau mengalami kesulitan air. Sebaliknya saat musim penghujan justru mengalami banjir dan longsor. “Kunci penanaman pohon oleh masyarakat diantaranya pohon bernilai ekonomis dan bisa untuk investasi,” ungkap Yunus.

Jenis pohon suren, pule, sengon dan mindi, erat berhubungan dengan kehidupan nelayan. Saat nelayan membutuhkan bahan pembuatan perahu, kayu jenis pule bisa dimanfaatkan sebagai papan.

Pentingnya melakukan penanaman kayu yang cukup bermanfaat, diakui Yusuf, seorang pemilik usaha perebusan teri. Menurutnya, akibat kurangnya kesadaran menanam pohon, akses jalan ke Pantai Minang Rua sering longsor.

Upaya penanaman telah dilakukan secara mandiri oleh masyarakat pemilik lahan. “Penebangan dilakukan dengan sistem tebang pilih sehingga tidak semua pohon ditebang, selanjutnya bisa ditanami kembali,” pungkas Yusuf.

Lihat juga...