hut

Kesulitan Cari Besek, Distribusi Daging Kurban di Balikpapan Masih Gunakan Plastik

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Distribusi daging kurban menggunakan kantong plastik di Balikpapan mendapatkan sorotan dari Dinas Lingkungan Hidup. Kendati demikian, instansi tersebut belum menerapkan sanksi untuk hal tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, saat ditemui Cendana News, Selasa (13/8/2019) – Foto Ferry Cahyanti

Kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan untuk menggunakan kemasan ramah lingkungan, masih sebatas himbauan dalam rangka Iduladha.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, mengungkapkan, masih banyak panitia kurban yang menggunakan kantong plastik. “Mudah-mudahan ke depan, panitia kurban maupun untuk kegiatan lain sudah mengurangi pemakaian plastik,” ucapnya, Selasa (13/8/2019).

Suryanto menyebut, DLH tidak bisa memberi sanksi, karena kebijakan tersebut masih disosialisasikan. Terlebih, Peraturan Daerah tentang Pengurangan Penggunaan Kemasan Plastik Sekali Pakai, baru diterapkan di ritel modern. “Karena tidak bisa sekaligus, harus melalui proses seperti sosialisasi,” tukasnya.

Kendati demikian DLH menginginkan, penggunaan wadah ramah lingkungan mulai merata di daerah tersebut tahun depan. “Tidak mesti besek atau tas purun, yang penting ramah lingkungan,” tandasnya.

Bahkan diharapkan, masyarakat membawa wadah sendiri, ketika mengambil daging di panitia kurban. Pola seperti itu, seperti ketika berbelanja di ritel modern. “Bisa juga bawa baskom atau wadah lainnya. Jadi panitia tidak menyiapkan. Saya kira itu lebih bagus,” tandasnya.

Sementara itu, di Masjid At Taqwa Balikpapan, panitia memilih menggunakan plastik ramah lingkungan yang dibeli Rp1.000 sampai Rp1.250 perlembar. Hal itu dikarenakan, mencari besek bambu sulit didapatkan dan harganya relatif mahal.

Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Ataqwa, Slamet DJ, mengaku kesulitan memenuhi surat edaran dari Pemkot Balikpapan. “Susah cari besek di Balikpapan. Kalo di Jawa mungkin banyak. Ini aja kita gunakan plastik ramah lingkungan, harganya lumayan per-lembarnya,” ujarnya.

Lihat juga...