hut

Khatib Sebut Bencana Asap di Pekanbaru Sebagai Ujian

PEKANBARU – Khatib Salat Iduladha 1440 Hijriah di Masjid An Nur Kota Pekanbaru, Zulhendri Rais, LC. MA., mengatakan, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau harus disikapi dengan introspeksi.

“Mungkin ini kelalaian kita kepada Allah. Mari kita perbanyak doa kepadaNya,” katanya, di hadapan ribuan jemaah salat Iduladha di Pekanbaru, Minggu, (11/8/2019).

Asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah di Provinsi Riau disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kampar.

Menurutnya, asap yang menimbulkan sesak napas bagi balita dan anak-anak tersebut adalah ujian dari Allah SWT. “Mari berdoa mohon hujan dan lindungi kami ya, Allah. Karena mungkin maksiat yang membuat negeri kami seperti ini,” ujar penceramah lulusan perguruan tinggi di Mesir ini.

Sebelumnya, Gubernur Riau, Syamsuar yang turut hadir dalam salat Iduladha tersebut juga mengimbau kepada segenap kepala daerah di wilayahnya untuk menggelar ibadah salat minta hujan untuk mengurangi jumlah asap.

Dia mengatakan, sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Riau diprakirakan akan terjadi sampai Oktober 2019.

“Ini artinya kita masih akan menghadapi situasi seperti ini (langit berasap),” tambahnya.

Sementara itu, sebagian besar jemaah yang mengikuti salat Iduladha di masjid terbesar di Kota Pekanbaru itu, mengenakan masker penutup hidung dan mulut karena asap menyelimuti langit di pagi hari.

Pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, agar terhindar dari paparan asap. Hingga saat ini, di Kota Pekanbaru terdapat lebih 1.000 orang yang terkena ISPA. (Ant)

Lihat juga...